SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban– Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu, PT Tawun Gegunung Energy (TGE) berencana memasang Oil Boom di sungai terdekat Lapangan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Oil boom adalah peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak di air. Upaya tersebut untuk mengantisipasi limbah minyak yang menuju ke lahan pertanian Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan.
“TGE akan coba bantu dengan pemasangan oil boom di kali yang bermuara ke Dusun Tuwiwiyan, Desa Kumpulrejo,” kata Field Manager PT TGE, Ervino, melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Selasa (20/12/2016).
Vino, sapaan akrabnya mengaku, selama ini terus menjalin komunikasi dengan Kepala Desa (Kades) Kumpulrejo terkait adanya limbah minyak dari Lapangan Gegunung. Apapun resiko dan dampak aktifitas penambangan pasca penambang tradisional sangat diperhatikan oleh TGE.
Tak terkecuali limbah minyak yang sangat mengganggu produksi pertanian warga. Menyikapi adanya sumur meledak beberapa waktu lalu di Lapangan Gegunung, Vino tidak membenarkan hal itu.
“Nggak ada sumur yg meledak, mas,” imbuhnya.
Apabila ada sisa limbah minyak yang mengalir ke sungai, besar kemungkinan dari sisa bekas penambang liar dahulu. Limbah yang sengaja dibuang di sungai akan terbawa ke lahan pertanian oleh hujan deras waktu lalu.
Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Vino berharap semua pihak mensuport aktifitas TGE di Lapangan Gegunung. Dimana setiap satu sumurnya diprakirakan mampu menghasilkan minyak mentah sebesar 10 barel per hari (Bph) atau setara 1.590 liter.
Informasi sebelumnya dari Nara sumber terpercaya suarabanyuurip.com di lokasi menyebut ledakan sumur telah terjadi sejak bulan November 2016 lalu. Salah seorang tim keamanan Polres Tuban, Angga juga menunjukan bukti foto, dan tanggal kejadiannya.
“Lima kali meledak dari tiga sumur yang dikelola TGE,” pungkasnya. (aim)