SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Gas dari Lapangan Unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) akan diproduksi hingga tahun 2035. Dengan nilai investasi sebesar 2,5 miliar dollar.
“Nilai investasinya kurang lebih 2,5 miliar dolar, dan gas J-TB akan diproduksi sampai pada tahun 2035,” kata Senior Project PEPC, Firman Arif  diacara lokakarya media PEPC bersama wartawan Bojonegoro di Tanjung Kodok, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (20/12/2016).
Firman, menjelaskan, gas yang akan diproduksi dari sumur J-TB sebesar 172 juta kaki kubik gas bumi per hari atau Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).
“Direncanakan produksi 172 MMSCFD dimulai pada tahun 2020 hingga tahun 2034,” ungkapnya menjelaskan.
Kemudian produksi gas J-TB akan mulai menurun pada kisaran tahun 2035. “Di tahun 2035 diperkirakan produksinya turun sekira 20 persen,” kata Firman.
Diketahui proyek Unitisasi Lapangan Gas J-TB berada di empat desa di wilayah tiga kecamatan. Yaitu meliputi Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Desa Pelem, Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Desa Dolokgede, dan Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. (sam)