Berhenti Menambang, Kerugian Produksi Minyak Sumur Tua Capai 6.289 Barel Sebulan

Berhenti menambang sumur tua
BERHENTI MENAMBANG : Aktivitas para penambang minyak di sumur tua Lapangan Ledok dan Semanggi Kabupaten Blora, Jawa Tengah berhenti pasca putus kontrak dengan Pertamina. Kerugian Produksi Minyak Sumur Tua Capai 6.289 Barel Sebulan.(ist/fajar)

Suarabanyuurip.com — Arifin Jauhari

Blora — Pasca putus kontrak dengan Pertamina, kerugian produksi minyak dari sumur tua di Lapangan Ledok dan Semanggi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah ditaksir mencapai 6.289 barel dalam sebulan. Berhentinya operasi ini juga berdampak pada nasib para penambang yang kian tak menentu.

Komisaris PT. Blora Patra Energi (BPE), Seno Margo Utomo mengatakan, pemutusan kontrak aktivitas penambangan tersebut sangat merugikan bagi lintas sektoral.

‘’Produksi minyak sumur tua ini turun. Setidaknya, kami rugi 6.289 barel dalam sebulan,’’ katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (21/04/2025).

Dengan penurunan jumlah produksi minyak itu, kehilangan pendapatan bagi daerah tembus miliaran rupiah. Dalam kalkuasi Seno, kerugian itu kira-kira setara kehilangan pendapatan sebanyak Rp4 miliar.

“Kondisi itu otomatis sangat merugikan penambang. Para penambang jadinya puasa nambang. Pemasukan gak ada. Rugi dalam segala aspek,’’ tegasnya.

Kendati, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora sedang berupaya melakukan perpanjangan kontrak dengan pertamina. Ia mengakui bahwa pemkab juga sudah mencoba lobi ke kementerian.

Baca Juga :   Bupati Blora Targetkan Izin Perpanjangan Tambang Sumur Minyak Tua Terbit Sebelum Lebaran

“Pak Siswanto Wakil Ketua DPRD juga sudah lobi ke Pak Bahlil (Menteri ESDM, red.) Tapi ini memang cukup lama prosesnya. Masih perlu memori of understanding (MoU) lagi. Kasihan rakyat menunggu lama,’’ imbuhnya.

Tak hanya itu, BPE dia katakan juga sedang mempersiapkan rencana untuk menutup kerugian yang dialami selama puasa nambang itu. Pihaknya hingga saat ini masih mencari cara mengatasi masalah tersebut.

“Intinya kami komitmen untuk berupaya menutupi kerugian atau loss produksi,’’ ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman menargetkan izin perpanjangan penambangan sumur minyak tua di Blora terbit sebelum lebaran. Sebab pihaknya telah bertemu dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan juga segera merapat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Arief mengatakan bahwa perpanjangan izin sumur minyak tua di Blora berproses. Surat pengajuan sudah berlanjut dari Pertamina ke SKK Migas dan akan diteruskan ke Kementrian.

“Target sebelum lebaran izin sudah keluar. Terakhir kami ke Dirjen. Syarat lengkap, tinggal menunggu tahapan,” bebernya.(fin)

Pos terkait