Blok Tuban Prospek Dikembangkan

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Lapangan Migas Blok Tuban yang saat ini masih dikelola Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOBP-EJ) sangat prospek dikembangkan. Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yang mencakup Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Gresik, Jawa Timur, itu memiliki cadangan migas cukup besar dan diperkirakan dapat bertahan hingga sepuluh tahun kedepan.

Field Admin Superintendent JOB-PPEJ Akbar Pradima mengungkapkan, banyak cadangan migas di Blok Tuban yang belum dieksplorasi dan diproduksi. Salah satunya di sumur (Pad) C Sukowati yang terletak di Dusun Karang, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.

JOBP-PEJ sudah melakukan seismic dan penelitian di sumur tersebut. Diperkirakan cadangan minyak di sumur itu sebanyak 150 -200 juta barel dengan produksi harian dua ribu barel. Dengan jangka waktu produksi tujuh sampai delapan tahun.

 “Cadangannya luar biasa. Namun sejak 2015 PHE selaku pemegang saham terbesar tidak mau memulainya,” kata Akbar saat memaparkan kegiatannya di Blok Tuban dalam Silaturahmi dan Sosialisasi SKK Migas Jabanusa bersama media di Bojonegoro, Rabu (21/12/2016) malam kemarin.

Baca Juga :   Sudirman Said Wisuda STEM Akamigas Cepu

Sesuai skenario awal, Sumur Pad C Sukowati akan dilakukan pengeboran miring sejauh 1,5 kilo meter (KM) dengan kedalaman 2.500 hingga 3.000 meter untuk menyedot minyak di bawah Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Alun-alun Bojonegoro.

Pengembangan Pad C ini membutuhkan lahan seluas 4,8 hektar (Ha) yang dimiliki 21 warga. Namun, pengembangan belum bisa dilakukan karena masih menyesuaikan rencana tata ruang wilayah Bojonegoro.

Selain itu, potensi lainnya yang belum dikembangkan adalah Gas Sumber di wilayah Desa Sambonggede dan Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Lapangan ini memiliki cadangan 150 billion SCF.

Operator sebelumnya telah melakukan pengeboran dengan kedalaman 7.760 kaki. Kedalaman ini lebih dangkal dari perkiran sebelumnya yang diperkirakan bisa mencapai 9.000 kaki.

Sama dengan Pad C Sukowati, Lapangan Sumber juga urung dikembangkan karena kontrak JOBP-PEJ akan habis pada 19 Pebruari 2018. Sesuai aturan, dua tahun sebelum kontrak habis operator harus mengajukan penawaran perpanjangan kepada pemerintah.

“Ingin kita diperpanjang.  Kalau pemerintah setuju kita pasti akan bertemu lagi. Tapi kalau nanti pemerintah menunjuk Pertamina dengan operatornya siapa, ya kita lihat nanti bagaiamana Blok Tuban kedepannya,” ujar Akbar.

Baca Juga :   Masyarakat Ring Satu Blok Cepu Manfaatkan Air Bersih Hippam

Pada prinsipnya Akbar mendukung siapa saja yang akan menjadi partner Pertamina dalam mengelola Blok Tuban. Biasanya, kata dia, kepastian penunjukkan operator yang akan digandeng Pertamina ini sudah diumumkan sebelum Pebruari 2018 mendatang.

“Terpenting kedepan bisa lebih menghasilkan dan meningkatkan lifting nasional dan kegiatan pemberdayaan masyarakat disbanding kita,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa, Ali Masyhar mengungkapkan, masih banyak potensi migas yang perlu dieksplorasi dan diproduksi  untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Karena itu perlu dukungan iklim investasi yang kondunsif dari semua pihak agar investor tertarik melakukan kegiatan di sini,” tegasnya.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *