SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Banyak cara dilakukan untuk memeringati Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, empat anak menuliskan kisah bersama ibundanya dalam sebuah buku.
Cerita empat bocah yang berdomisili di perumahan Bukit Karang tersebut dikemas apik. Sekaligus dibukukan dengan konsep sederhana, dan hari ini diserahkan kepada masing-masing ibunya.
Qobil salah satunya langsung memeluk ibunya, sambil memgucapkan “Aku Sayang Ibu”. “Penulisan kisah ibu ini sebagai ungkapan syukur atas kasih sayang diberikan,” ucap salah satu penulis Catatan Anak Perumahan “Aku Sayang Ibu” Qolbi, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (22/12/2016).
Dia bercerita, awal mula belajar menulis dan merangkai cerita tentang ibu dari anggota Gerakan Tuban Menulis (GTM). Meskipun masih jauh dari kesempuarnaan, Qolbi berjanji bakal giat belajar supaya dapat menjadi penulis.
Dalam buku kecil itu, Qolbi menulis beberapa kisah yang berjudul Saat Dimarahi Ibu, Tapi Aku Tetap Sayang Ibu, Saat Ibuku Marah, Doaku Untuk Ibuku, Puisiku Untuk Ibuku, dan Pantun Untuk Ibu. Selain itu, ada kisah yang tentang Aku Sayang Ami yang ditulis Dicky.
“Mulai amiku, diajak berenang, kebanyakan bermain, dan nangis ditinggal Ami,” jelas Qolbi sambil menunjukkan hasil karya kawan sepermainannya satu persatu.
Cerita unik juga dituliskan Raffif Faadillah tentang mama. Beberapa judulnya Saat di Rumah Tanteku, Saat Mamaku Marah, Ancaman Mamaku Jika Marah. Selain itu, Mama Baik Hati, Adiku Sakit, Adiku Ngambek, Doa Untuk Mama, dan Pantun Untuk Mama.
Kisah berikutnya dari Yogi Ahmad G tentang Minggu Pagi Untuk Ibu. Pengalaman Yogi meliputi, Ini Tentang Ibuku, Saat Ibuku Marah, Saat Ibu Baik, dan Pantun Untuk Ibu.
Sementara, ibunda Qolbi, Mastutik, sangat bangga dengan cerita yang dituliskan buah hatinya. Kisah yang dibukukan kali ini akan dikenangnya sebagai karya terbaik anaknya di hari ibu tahun ini.
Meskipun susunan kalimatnya belum apik, namun tidak menyurutkan semangat buah hatinya untuk berterimakasih selama ini. Dia optimis edukasi menulis pertama ini akan lebih baik, ketika lebih banyak buku yang dibaca.
“Saya terharu dan tidak menyangka anaku dapat menulis dan dibukukan,” sambungnya sambil memeluk buah hatinya erat-erat.
Berbagai cerita di atas dirangkum dalam Catatan Anak Perumahan “Aku Sayang Ibu”. Untuk cetakan pertama, bulan Desember 2016. Diterbitkan oleh Bijaksana Publising Perum Karang Indah BG 31 RT 04 RW 05 Semanding-Tuban. (aim)