Gelombang Tinggi Terjang Pemukiman Bancar

Gudang ikan diterjang ombak

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sudah sepekan terakhir gelombang tinggi melanda 65 Kilometer pesisir Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Puncak gelombang tersebut terjadi pada Kamis (22/12) malam, beberapa bangunan di pemukiman warga Desa Margosoko, Kecamatan Bancar porak poranda diterjangnya.

“Hampir satu minggu terjadi gelombang tinggi, dan puncaknya menerjang gudang penyimpanan ikan setempat,” terang warga setempat, Sutinah, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (23/12/2016).

Datangnya gelombang besar dan angin kencang lebih ketara saat malam hari. Di atas pukul 22:00 WIB, gelombang di tepi pantai dapat mencapai 3-4 meter. Nelayan setempat menyebutnya musim baratan, dan terjadi setiap tahunnya.

Ketika musim baratan tiba, hampir tak satupun nelayan berani melaut. Hanya pelaut yang handal dan cukup pengalaman yang berani menerjang ombak besar. Rata-rata nelayan lebih memilih memperbaiki jaring, atau kapalnya sambil menunggu ombak reda.

“Begitupun warga yang bermukim di tepi pantai, khawatir akan datangnya ombak besar susulan,” imbuhnya.

Sebagai pemilik wilayah, Camat Bancar, Murtadji, setelah mengecek lokasi dan melihat seberapa besar kerugiannya langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Bantuan sebanyak 1.000 sak telah diajukan, melalui surat permohonan ke Markas Komando (Mako) BPBD di Jalan Basuki Rahmat Tuban.

Baca Juga :   Kemenhub Catat 3,1 Juta Orang Mudik Sehari Sebelum Cuti Bersama

“Setelah bantuan datang, rencananya akan dikerjakan langsung oleh warga bersama Pemdes Margosoko, dan Muspika,” kata pria yang tahun depan dipercaya memimpin Dinas Pertanian (Disperta) Tuban.

Untuk gudang penyimpanan ikan yang rusak berat dihantam ombak milik Yohanes, Sukinah, Mashuri. Sedangkan untuk warga terdampak, dan membutuhkan bantuan Sembako yakni, Arifin, Kasnaji, dan Sanur.

Menyikapi adanya dampak gelombang tinggi, dan menimbulkan abrasi langsung disikapi oleh Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono. Setelah menerima laporan dari Muspika Bancar, Joko sementara menginstruksikan anggotanya untuk mengirimkan 500 sak terlebih dahulu.

“Apabila kondisi dilapangan membutuhkan tambahan sak, nanti akan dikirim kembali oleh tim,” sambungnya.

Menurut Joko, terjadinya abrasi disebabkan oleh gelombang tinggi. Nelayan setempat diharapkan untuk tidak melaut terlebih dahulu, mengingat gelombang tinggi bakal berlangsung cukup lama.

Sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat, gelombang tinggi dan angin kencang disebabkan oleh adanya siklon tropis di wilayah Indonesia. Untuk siklon tropis YVETTE, menyebabkan gelombang laut dengan ketinggian antara 2.5 – 4.0 meter di wilayah Laut Jawa bagian tengah dan timur. Ditambah di Samudera Hindia selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Baca Juga :   Diseminasi Buku Dorong Kolaborasi Penanganan Sampah di Bojonegoro

“Kami minta warga tetap waspada, dan selalu berkoordinasi dengan Pemdes maupun Muspika untuk meminimalisir resiko bencana,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *