SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Meski hasil lifting Minyak dan Gas Bumi (Migas) triwulan ke III tahun 2016 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengalami penurunan. Namun masih ada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tingkat produksinya naik. Diantaranya PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), dan operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bojonegoro, Fajar Yudi, mengatakan, hasil lifting dari masing-masing KKKS tidak sama.
“Artinya, tingkat produksi ada yang naik dan ada yang turun,” ujarnya, Jumat (23/12/2016).
Ini hasil lifting minyak bumi KKKS di Bojonegoro. Untuk PT Pertamina EP kumulatif Desember 2015 sampai dengan Agustus 2016 mencapai 5.971,93 barel (capaian 1,94% berdasar prognosa APBN-P 2016), atau tingkat produksi rata-rata 21,80 Barrel Oil Per Day (BOPD).
“Meningkat dibanding rata-rata sampai dengan triwulan II yang mencapai 20,95 BOPD,” lanjutnya.
Sementara Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) kumulatif Desember 2015 sampai dengan Agustus 2016 mencapai 615.500 barel (capaian 61,08% berdasar prognosa APBN-P 2016), atau tingkat produksi rata-rata 2.246 BOPD.
“Ini menurun dibanding rata-rata sampai dengan triwulan II yang mencapai 2.420 BOPD,” ujarnya.
Unitisasi Sukowati mencapai 2.870.750 barel (capaian 70,78% berdasar prognosa APBN-P 2016), atau tingkat produksi rata-rata 10.477 BOPD.
“Ini juga menurun dibanding rata-rata sampai dengan triwulan II yang mencapai 10.893 BOPD,” tambahnya.
EMCL mencapai 45.354.153,38 barel (capaian 75,60% berdasar prognosa APBN-P 2016), atau tingkat produksi rata-rata 165.526 BOPD.
“EMCL, per day production meningkat dibanding rata-rata sampai triwulan II yang mencapai 154.691 BOPD,” tandasnya.
Sedangkan capaian produksi per akhir triwulan III tercatat 186.958,87 atau menurun dari capaian produksi pada triwulan II yang mencapai 193.649,95 BOPD.
Pertamina EP (Tiung Biru) mencapai 240.158,17 barel (capaian 56,45% berdasar prognosa APBN-P 2016), atau tingkat produksi rata-rata 876,49 BOPD. Menurun dibanding rata-rata sampai dengan Triwulan II yang mencapai 879 BOPD.
Pertamina EP-KSO Geo Cepu mencapai 150.452,77 barel (capaian 114,9% berdasar prognosa APBN-P 2016), atau tingkat produksi rata-rata 549,10 BOPD.
“Ini juga penurunan dibanding rata-rata sampai dengan Triwulan II yang mencapai 471,77 BOPD,” pungkasnya.(rien)