SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Jakarta – PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bakal turun 3 persen selama liburan Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Sebaliknya, untuk BBM maupun BBK lainnya justru mengalami peningkatan siginifikan.
“Hanya Solar yang konsumsinya turun karena ada kebijakan larangan beredar untuk truk-truk angkutan barang selama masa libur Natal dan Tahun Baru,” ucap Vice  President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro, dalam siaran pers yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (24/12/2016).
Untuk menghadapi libur perayaan Natal dan Tahun Baru, Pertamina memproyeksikan konsumsi BBM dari berbagai produk naik antara 7% hingga 20%. Peningkatan konsumsi selama periode 22 Desember 2016 sampai dengan 8 Januari 2017.
Peningkatan konsumsi BBM paling tinggi terjadi pada Pertalite yang diperkirakan naik 20% dari konsumsi normal menjadi 34.481 kilo liter/hari. Untuk konsumsi Pertamax akan naik  15% menjadi 33.192 kilo liter/hari.
Sementara Avtur naik 9,7% menjadi 12.430 kilo liter/hari. Peningkatan tipis terjadi pada konsumsi Premium, diproyeksikan naik 7% menjadi 40.313 kiloliter/hari.
“Konsumsi Solar turun 3% menjadi 37.924 kiloliter/hari,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Wianda memastikan stok rata-rata BBM Nasional saat ini berada pada level rata-rata di atas 22 hari. Rincian stok BBM antara lain, Premium 19 hari, Solar 21 hari, dan Avtur 27 hari.
Konsumsi BBM diperkirakan akan meningkat pesat dan diperkirakan puncaknya pada tanggal 23, 24 dan 26 Desember. Ditambah tanggal 30, 31 Â Desember, dan 2 Januari 2017.
Selain itu, konsumsi LPG selama masa satgas secara nasional diperkirakan meningkat 7 % menjadi 22.889 metrik ton/hari, dengan ketahanan stok rata-rata 18 15,4 hari.
Untuk pengamanan stok BBM dan LPG sendiri, Pertamina telah membentuk Posko Satgas BBM dan LPG di Kantor Pusat dan seluruh kantor region Pertamina. Posko tersebut telah beroperasi aktif terhitung mulai 19 Desember 2016, hingga 9 Januari 2017.Â
Pertamina juga memastikan terminal BBM dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beroperasi 24 jam, khususnya di jalur-jalur wisata atau pusat perayaan Natal dan Tahun Baru. Upaya lain yang dilakukan yakni memonitor stok BBM dan LPG di seluruh wilayah dengan sistem komputerisasi (Sistem Informasi Management Supply & Distribution).
Tak hanya itu, Pertamina juga menyiapkan mobil tangki isi BBM dan LPG standby di SPBU di jalur rawan kemacetan. Sekaligus menyiapkan contra flow bekerjasama dengan Kepolisian untuk antisipasi stagnasi mobilitas mobil tangki BBM. (Aim)