SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan, intensitas hujan yang akan turun baik di wilayah Bojonegoro maupun hulu Jawa Tengah masih tinggi.
Itu terjadi pada akhir bulan Desember ini hingga bulan Maret 2017 mendatang. Sehingga potensi banjir luapan air Sungai Bengawan Solo masih akan terjadi.
“Sesuai prakiraan, puncak banjir di daerah kami akan terjadi pada bulan Februari 2017 mendatang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo.
Hanya saja, pihaknya tidak bisa memperkirakan banjir luapan Bengawan Solo di daerahnya termasuk banjir besar, sedang atau kecil.
“Kita tidak bisa memprediksi, sebab semua bergantung curah hujan di daerah hulu, Jawa Tengah, juga lokal,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi hingga tiga bulan ke depan.
“Musim penghujan masih berlangsung hingga bulan April mendatang. Bahkan bisa mundur,” paparnya.
Andik, terus menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo tetap waspada.
Apalagi beberapa titik tanggul anak sungai Bengawan Solo yang jebol masih belum diperbaiki. Sehingga, saat air bengawan banjir masyarakat juga akan langsung kebanjiran.
Saat ini, kerugian banjir akibat luapan air Sungai Bengawan Solo yang terjadi selama sepekan lalu mencapai Rp30,4 miliar. Itu setelah tanaman padi serta sejumlah pemukiman warga mengalami kerusakan.
“Kerugian sebesar Rp30,4 miliar, itu berdasarkan perhitungan dalam kejadian banjir luapan Bengawan Solo yang melanda 78 desa di sembilan kecamatan, sejak 29 November sampai 3 Desember kemarin,” pungkasnya.(rien)