Harga Minyak Jatuh, Penyebab Lebih Salur DBH Migas

Cecilia Risyana

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kementerian Keuangan menegaskan, adanya lebih salur pada Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) tahun 2014 dan 2015 disebabkan melesetnya target pendapatan didalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) akibat turunnya harga minyak dunia.

Kasubdit Bimbingan Teknis Direktorat Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah Kementerian Keuangan, Cecilia Risyana, mengatakan, awalnya Pemerintah menetapkan alokasi anggaran di dalam APBN 2016 sebesar Rp119 triliun.

“Tetapi, di dalam APBN Perubahan terjadi penurunan sebesar Rp109,9 triliun,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada Suarabanyuurip.com saat berada di Bojonegoro, Jawa Timur.

Penurunan ini dikarenakan harga minyak dunia yang anjlok dikisaran angka USD 30 per barel. Sehingga mempengaruhi perolehan DBH migas. 

“Penurunan target pendapatan sekira 30 persen,” tandasnya.

Dengan menurunnya DBH Migas secara nasional ini, membuat daerah kesulitan mengantisipasi pengalokasian anggaran di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kalau untuk tahun 2016, belum tahu apakah ada lebih salur lagi atau tidak. Karena masih dalam penghitungan,” imbuhnya.

Baca Juga :   PC GOS Yuyun : GOS Tetap Bertanggung Jawab Bayar Tagihan Vendor

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak daerah untuk ikut memonitor perhitungan perolehan DBH Migas sebagai antisipasi untuk pengalokasian di dalam APBD.

“Jadi tidak hanya duduk manis saja terima uang dari DBH Migas. Ayok sama-sama memonitor perhitungan perolehan DBH Migas,” tegasnya.

Apabila daerah ikut terlibat, maka daerah bisa mengantisipasi adanya perubahan angka didalam pendapatan. Sehingga, saat mengalokasikannya, daerah memiliki perhitungan yang tepat di dalam APBD.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *