SuaraBanyuurip.com -Â Totok MartonoÂ
Lamongan – Capaian realisasi pemasukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan hingga menjelang tutup tahun 2016 belum sampai 100 persen.
Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lamongan, sebagaimana disampaikan Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo, mengaku, masih optimis target itu bisa terpenuhi.
“Dispenda saat ini sedang bekerja keras untuk mengejar target 100 persen,“ ujarnya, kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Terutama dari sisi setoran pajak usaha, menurut dia, staf Dispenda saat ini terus melakukan jemput bola, mengejar target setoran pajak dari hotel, rumah makan, dan obyek pajak lainnya.
Dia tidak memungkiri ada sejumlah kendala untuk bisa memenuhi target. Seperti PBB Pedesaan, ada sebagian obyek pajak yang ditinggal pemiliknya merantau sehingga pajaknya tidak bisa ditarik.
Untuk PAD, tahun ini targetnya ditetapkan sebesar Rp 397.520.914.287. Sedangkan sampai dengan 15 Desember, realisasi yang sudah tercapai Rp 357.197.388.021, atau sebesar 89,86 persen.
Sementara untuk pajak daerah saat ini sudah terealisasi 93,98 persen, atau sebesar Rp 103.589.308.502 dari target sebesar Rp 110.226.338.000. Kemudian untuk PBB berdasarkan data di Kas Daerah (Kasda), sampai saat ini sudah masuk sebesar Rp 26.740.695.149 atau sebesar 95,50 persen dari target sebesar Rp 28 miliar.
Realisasi PBB ini di beberapa kecamatan sudah ada yang 100 persen, bahkan ada yang melebihi target. Seperti Kecamatan Deket yang mampu merealisasikan hingga 102,32 persen. Karena dari target sebesar Rp 978.343.398, Kecamatan Deket mampu merealisasikan setoran PBB sebesar Rp 1.001.009.035.
Kecamatan Sambeng, juga melampaui target sebesar 100,88 persen. Dari target sebesar Rp 877.722.947, realisasi yang dicapai sebesar Rp 880.198.255. Kemudian Kecamatan Turi yang ditarget Rp 844.985.467, mampu tercapai sebesar Rp 852.435.815, atau 100,88 persen. (tok)