Anggota DPR RI Belajar dari ‘Bupati Bojonegoro Sehari’

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Program menjadi bupati sehari bertajuk Kang Yoto Leadership Challenge (KYLC) yang dilaksanakan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, mengundang perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI, Kuswiyanto. Politisi senayan itu mendatangi rumah Siska Dwi Indrawati, pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model yang terpilih menjadi bupati sehari di RT.23/RW07 Dusun Sidokumpul, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Jumat (31/12/2016).

Kedatangan Kuswiyanto di rumah Siska disambut hangat keluarganya, kepala desa, perangkat, dan warga Sidokumpul, dan Kepala MAN 1 Model. Dalam sekejap mereka pun sangat akrab karena Kuswiyanto begitu merakyat.

“Saya ingin belajar dari bupati sehari tentang bagaimana mengelola Bojonegoro,” ucap Kuswiyanto kepada suarabanyuurip.com di temui saat menyambangi rumah Siska.

Sahabat dekat Bupati Suyoto itu mengaku banyak pelajaran yang diperoleh dari Siska. Menurut Kuswiyanto, meskipun Siska masih kelas XII, namun memiliki potensi luar biasa. Yakni dari cara bicaranya yang runtut, ilmiah, dan memahami tentang kondisi Bojonegoro.

“Ini menjadikan image di kalangan muda, jika politik itu kotor, ternyata tidak benar. Politik itu penting, sangat strategis, dan sangat dibutuhkan. Karena itu masyarakat harus benar-benar melek politik,” ucap Kang Kus-sapaan akrab Kuswiyanto.

Baca Juga :   Pilkades Serentak Bojonegoro : 14 Desa Akan Dipimpin Kades Baru

Hal lainnya yang membuat Kang Kus terenyuh adalah nasehat dari Siska sesuai dengan problem yang dihadapi sekarang ini tentang membangun Bojonegoro dengan pendidikan karakter. Antara lain jangan sampai melakukan korupsi karena dapat menyengsarakan masyarakat. Kemudian tentang infrastruktur terutama di Desa Leran yang belum bagus, sehingga menjadi kewajiban pemerintah untuk memperbaikinya agar dapat menggerakkan aktifitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, menurut Kang Kus, Siska mampu melihat potensi pertanian yang menjadi mayoritas mata pencaharian masyarakat Bojonegoro. Hal ini sejalan dengan tekad Bojonegoro mewujudkan lumbung pangan negeri.

“Cara luar biasa disampaikan Siska adalah jangan sampai petani ini bergantung kepada pabrik pupuk. Tetapi bagaimana menciptakan petani ini mandiri dan modern yang bisa membuat pabrik pupuk dari apa yang dimilikinya. Seperti dari tumbuh-tumbuhan maupun kotoran ternak yang dimiliki. Karena di sini banyak masyarakat yang memelihara ternak sehingga bisa dimanfaatkan,”  kata Kang Kus, menjelaskan.

“Ini sebuah ide yang brilliant, dan patut didukung dan diaplikasikan,” lanjutnya.

Kang Kus berpesan agar Siska meneguhkan niatnya untuk terus belajar dan meningkatkan wawasannya agar lebih luas dengan banyak membaca. Sehingga kelak dapat meraih masa depan yang bagus dan memberi manfaat khususnya bagi lingkungan, dan Bojonegoro pada umumnya.

Baca Juga :   376 Calon Anggota PPK Pilkada 2024 Lolos Seleksi CAT

“Tak kalah penting harus meningkatkan keterampilan sebagai bekal hidup. Karena semua yang dilakukan ini basisnya adalah teknologi. Siapapun yang ingin menguasai masa depan harus menguasai teknologi,” pungkasnya.

Sementara itu, Siska mengaku setelah menjadi bupati sehari dirinya termotivasi ingin memajukan Bojonegoro, khususnya desa kelahirannya. Menurut dia, banyak potensi sumber daya alam (SDA) di Desa Leran yang belum tergarap maksimal, salah satunya pertanian.

“Ciata-cita saya ingin mengabdi kepada masyarakat. Karena itu setelah lulus dari MAN saya ingin melanjutkan kuliah di Institut Pertanian Bogor agar memiliki keterampilan untuk memaksimalkan potensi ini bersama masyarakat,” sambung Siska.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *