SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Tahun ini jumlah alokasi Dana Desa (ADD) yang akan diterima desa penghasil migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipastikan mengalami pengurangan. Karena besaran ADD yang dianggarakan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah  (APBD) 2017 turun.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Bojonegoro, Jumari mengatakan, penurunan ini tidak hanya terjadi di desa penghasil migas seperti di wilayah Kecamatan Gayam. Melainkan semua desa di Bojonegoro.
“Ini terjadi karena daana bagi hasil migas yang diterima juga mengalami penurunan,” ujar Djumari kepada suarabanyuurip.com, Rabu (4/1/2017).
Dia mencontohkan, seperti di Desa Gayam dan Mojodelik, ring 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang tahun 2016 memperoleh ADD sebesar 1,6 miliar lebih, namun untuk tahun ini hanya akan mendapat Rp1miliar.
“Ada pengurangan sekitar 600 juta,” ucap mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro itu.
Sesuai data di DPMD Bojonegoro, ADD yang diterima desa di wilayah Gayam semuanya mengalami penurunan. Untuk Desa Begadon, tahun ini memperoleh sebesar Rp513.140.000 dari sebelumnya Rp 773.158.300, Desa Beged Rp553.424.000 dari sebelumnya Rp801.031.900, Desa Bonorejo Rp514.695.000 dari sebelumnya Rp779.836.000, dan Desa Brabowan Rp514.655.000 darisebelumnya Rp 773.952.000.
Kemudian Desa Cengungklung tahun ini mendapat Rp474.952.000 dari sebelumnya Rp696.539.400, Desa Katur sebesar Rp614.919.000 dari sebelumnya Rp827.377.000, Desa Manukan Rp514.673.000 dari sebelumnya 723.530.000, Desa Ngraho Rp520.092.000 dari sebelumnya Rp723.603.100, Desa Ringin Tunggal Rp498.445.000 dari sebelumnya Rp764.715.500 dan Desa Sudu Rp513.081.000 dari sebelumnya Rp721.176.200.
“Total ADD untuk Kecamatan Gayam Rp7.243.439.000,” pungkas Jumari.(rien)