Rumah Tepi Kali Kening Longsor

Kali kening longsor

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sebuah rumah milik Mahrusah (60) yang bertempat di Dusun Krajan, Desa Lajulor, Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, longsor di awal tahun baru tepat tanggal 1 Januari 2017. Rumah yang berada persis di tepi Kali Kening tersebut, sejak tahun 2015 silam telah rawan longsor.

“Longsornya tengah malam sekitar pukul 24:00 WIB, saat seluruh anggota rumah terlelap,” kata Mahrusah, kepada suarabanyuurip.com, ketika dijumpai di kediamannya, Selasa (3/1/2017).

Perempuan tua yang masih hidup bersama anak cucunya ini cukup tegar, melihat rumahnya bagian belakang yang porak poranda. Beruntung saat insiden terjadi tidak ada satu anggota keluarga yang tidur di rumah bagian belakang.

Dia sangat kaget saat rumahnya longsor, dalam keadaan setengah sadar dirinya menyelamatkan diri ke ruang tamu.

Keesokan harinya seluruh anggota keluarga langsung melihat kondisi rumahnya yang longsor di Kali Kening. Bersama tetangganya sedikit demi sedikit menyelamatkan barang yang masih tersisa.

Salah seorang anggota keluarga, Ubaidillah (37), mengaku, sebenarnya potensi longsor telah diketahui tahun lalu. Hampir setahun lebih ketika ada sisa rejeki, secara estafet digunakan menguruk belakang rumahnya.

Baca Juga :   Sepekan Tak Ada Hasil, Pencarian Pujiono Dihentikan

Ternyata bagian bawah rumahnya ketika musim hujan, mengeluarkan air dari sawah terdekat. Rembesan itulah yang perlahan memicu longsor. Setelah dilaporkan ke Pemerintah Desa (Pemdes), selang dua hari baru ada tindakan/bantuan.

“Pemdes telah dikabari seketika setelah longsor, namun belum ada respon cepat,” imbuh anak Mahrusah.

Terpisah, Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Wahab, membenarkan ada beberapa rumah di tepi Kali Kening di wilayahnya rawan longsor. Dari lima rumah yang paling parah rumahnya Mahrusah. Saat ini pihaknya langsung berkomunikasi dengan Muspika untuk dilanjutkan laporannya ke BPBD Tuban.

“Sejak dulu memang rawan longsor tepian Kali Kening,” sambungnya.

Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, pasca menerima informasi dari masyarakat langsung menerjunkan timnya ke lokasi. Meskipun belum menerima laporan resmi dari Pemdes maupun Muspika Singgahan terkait longsor.

“Tm langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi dilapangan,” tegasnya.

Hasil survei lapangan, bencana longsor di Desa Lajulor kerugiannya mencapai Rp 50 juta. Kebetulan tanah bagian depan rumah masih aman. Menurutnya perlu adanya upaya bronjong, namun tetap menunggu usulan Muspika dan hitungan dari UPTD PU Singgahan. (Aim)

Baca Juga :   Sukses Gelar Pelantikan, Ketua Umum Rony Sugiharto : HMI Bojonegoro Siap Kawal Pilkada 2024

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *