SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Bencana alam angin puting beliung mapun lainnya masih menjadi ancaman bagi masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur diawal tahun 2017. Jadi kewaspadaan untuk keselamatan tetap harus ditingkatkan. Baik disaat perjalanan maupun sedang didalam rumah.
“Masyarakat perlu terus waspada. Karena ancaman bancana angin puting beliung, tanah longsor dan lainnya masih mengintai di awal tahun 2017 ini,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (5/1/2017).
Mantan Camat Tambakrejo itu mencontohkan, kejadian bancana angin puting beliung yang telah memorak-porandakan rumah milik Subakir, warga RT 13, RW 04, Dusun Wonopuro, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro pada Rabu (4/1/2017) kemarin sekitar pukul 15.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut kondisi dapur warga desa ring satu Banyuurip, Blok Cepu itu hancur. Karena rumah dengan ukuran 4×6 meter dengan tiang kayu jati, dan sebagian besar bangunan berupa anyaman bambu atau gedek roboh.
“Tidak ada korban jiwa, hanya bagian dapurnya saja roboh. Kerugian material ditaksir sebesar Rp4 juta,” ujarnya.
Sesuai dengan prakiraan cuaca, hujan deras masih akan turun hingga akhir Januari 2017. Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Bojonegoro untuk mewaspadai angin kencang.
“Jika hujan disertai angin kencang terjadi agar mewaspadai dan apabila berada di jalan usahakan untuk tidak berteduh di bawah pohon. Dan apabila ada pohon-pohon yang sudah rapuh dimohon agar warga melaporkan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah,” imbuhnya.
Diperkirakan  curah hujan mencapai 151 – 576 milimeter. Saat musim-musim hujan seperti ini selain angin kencang, hujan deras, hal lain yang harus diwaspadai adalah tanah longsor.(rien)