SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Warga sekitar Jalan Ngareng, Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merasa geram. Lantaran pihak Pemerintah dianggap lalai karena tidak segera melakukan perbaikan atas kerusakan jalan yang terjadi selama hampir satu tahun wilayah setempat.
Sebagai bentuk protes, mereka menanami pisang dan memasang bebatuan dibadan jalan yang berlubang, Sabtu (7/1/2017).
Aksi tersebut akan terus mereka lanjutkan sampai ada respon dan realisasi pembangunan dari pemerintah. Tak pelak akibat aksi tersebut mengganggu arus lalu lintas. Sehingga harus hati-hati dalam melintasi jalan poros yang juga bisa menuju ke Pusdiklat Migas Cepu, dan penampungan minyak Menggung. Bahkan ada sebagian kendaraan besar terpaksa harus putar arah, karena tidak bisa melintas.
Agung Nugrogoho, ketua RW 01, Kelurahan Cepu, menuturkan, aksi ini merupakan buntut kekecewaan warga atas lambannya pemerintah menyikapi kerusakan jalan tersebut. “Warga hanya butuh kejelasan, kapan akan dibangun,” katanya.
“Tujuannya, jika ada tekanan pertanyaan dari warga kami bisa menjawab,” lanjutnya.
Menurutnya, seharusnya pemerintah melakukan penanganan sementara supaya kerusakan tidak semakin parah. “Harusnya bisa di urug dengan pedel dulu kan bisa,” sarannya.
Mugiyanto, warga setempat, mengungkapkan, kondisi kerusakan itu sudah terjadi cukup lama namun tidak kunjung ada perhatian. Sehingga membuat arus lalu lintas tidak lancar bahkan rawan terjadinya kecelakaan. Karena terdapat banyak lubang disepanjang badan jalan.
“Hampir satu tahun jalan ini rusak dan belum ada perhatian dari pemerintah. Sudah banyak korban berjatuhan karena parahnya kerusakan jalan,” pungkasnya.(Ams)