SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Besaran beasiswa dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2017 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dievaluasi menyusul adanya efisiensi anggaran 40 persen akibat penurunan dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas), dan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang pembeda antara siswa miskin dan kaya.
“Tahun ini ada klasifikasi anak dari keluarga mampu dan tidak mampu. Sebelumnya kami memberikan beasiswa kepada semua siswa baik miskin maupun kaya,” ujar Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Bojonegorto, Puji Widodo  ditemui di kantornya, Senin (9/1/2017).
Sebelumnya, semua anak tingkat SMA/SMA/MA kelas 2 di Bojonegoro mendapatkan bantuan sebesar Rp2 juta per tahun. Sekarang hanya siswa dari keluarga tidak mampu saja yang mendapatkan Rp2 juta. Sementara siswa dari keluarga mampu mendapatkan bantuan sesuai cost pendidikan.
Perhitungan bantuan yang diberikan untuk siswa dari keluarga mampu dihitung melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) masing-masing anak sebesar Rp1.400.000 dikurangi Cost Pendidikan sebesar Rp2.700.000.
“Jadi, masing-masing siswa hanya mendapat Rp1.300.000 per tahun,”imbuhnya.
Bagi siswa yang mendapatkan beasiswa sebesar Rp2 juta tersebut, sebesar 1.700.000 digunakan untuk membayar keperluan sekolah seperti membeli sepatu, buku, tas, dan lain-lain. Sisanya ditabung melalui rekening masing-masing yang sudah ada.
“Total anggarannya tahun ini sebesar Rp48 miliar. Jumlah ini menurun dibanding tahun 2016 lalu sebesar Rp90 miliar lebih,” pungkasnya.(rien)