Petani Diminta Efisiensi Pupuk

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyampaikan, alokasi pupuk tahun 2017 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) pupuk urea sebanyak 80.257 ton hanya disetujui 49.623 ton.

“Kekurangan sekitar 30.634 ton atau hanya tercukupi 61,83 persen saja,” ujar Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura, Disperta Bojonegoro, Zaenal Fanani, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (9/1/2017).

Pupuk SP36 pada usulan RDKK 40.030 ton hanya disetujui 15.045 ton, atau terdapat kekurangan sebesar 24.985 ton. Usulan pupuk Za dari usulan 38.960 ton hanya 22.161 ton atau hanya tercukupi 56,88 persen saja. Untuk usulan pupuk NPK, dari usulan RDKK 104.518 ton hanya disetujui 35.668 ton sehingga kekurangan 68.850 ton.

Sedangkan usulan Pupuk Petroganik sejumlah 170.198 ton hanya disetujui 26.551 ton, masih kurang 143.647 ton atau hanya tercukupi 15,6 persen.

Oleh karena itu Dinas Pertanian menghimbau kepada para petani untuk melakukan efisiensi penggunaan pupuk. Yakni dengan membuat pupuk organik di rumah masing-masing baik dari limbah pertanian maupun ternak.

Baca Juga :   Kurangi Kemacetan Wacanakan Jalan Lingkar

Paling penting agar mengadopsi teknologi yang telah dilakukan yaitu RTRI, IPAT-BO dan pertanian menuju organik. Ketiganya sangat ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan non organik. Jika hanya dengan non organik 25-50 persen tidak mengurangi hasil produksi. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *