SuaraBanyuurip.com – Aly Imron
Tuban – Dalam kurun sembilan hari tepi Kali Kening anak Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Tuban, Jawa Timur longsor dua kali. Pasca satu rumah di Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan longsor pada awal tahun 2017, saat ini tanggul di Desa Cengkong, Kecamatan Parengan setinggi lima meter juga ikut longsor.
“Setelah dicek anggota Trantib desa ternyata penyebab longsornya tanggul karena bronjong yang dibuat bergeser dari titik semula,†kata Sekcam Parengan, Sutaji, kepada suarabanyuurip.com, Senin (9/1/2017).
Beruntung jarak titik longsor dengan pemukiman warga setempat masih 6 meter. Meskipun demikian sedikitnya ada 14 Kepala Keluarga (KK) yang perlu waspada, diantaranya Wahyudi, Juwatik, Pasri, Isnawati, dan Nurhadi.
Pasca Kades Cengkong, Sujianto, melaporkan insiden tersebut ke Muspika Parengan. Tim BPBD didampingi Muspika dan warga setempat langsung melakukan survei lokasi. Hasil pemantauan apabila tidak segera ditangani, diprakirakan 1 RT akan berdampak longsor.
“Untuk perbaikan tanggul sementara masih menunggu jadwal kerja bhakti dari Kades,†imbuhnya.
Sementara, Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, meminta Muspika Parengan segera berkoordinasi dengan UPTD PU setempat untuk mengajukan bantuan bronjong. Sampai saat ini stok bronjong di Mako BPBD Jalan Basuki Rahmat masih tersedia.
“Silahkan ajukan bronjong dan glangsing sesuai kebutuhan,†sambungnya.
Sekedar diketahui, untuk penanganan tanggul Kali Kening menjadi wewenang Pemda Tuban. Sedangkan untuk tanggung Bengawan Solo menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang beralamatkan di Jalan Solo-Kartosuro Km.7 Surakarta. (Aim)