SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Rampungnya proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) Banyuurip, Blok Cepu tak hanya membuat berkurangnya ratusan tenaga kerja (Naker) lokal saja. Tetapi juga terjadi pada Naker asing yang terlibat di proyek yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tersebut berkurang atau menurun drastis.
Seperti diungkapkan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur mencatat, jumlah tenaga asing yang ada di Bojonegoro tahun 2017 menurun drastis. Yakni, tinggal berjumlah 24 orang naker asing dari sebelumnya sejumlah 270 orang.
“Jumlah itu, ada di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, penurunannya hampir 100 persen,” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Penempatan Ketenagakerjaan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Imam WS, saat ditemui suarabanyuurip.com dikantornya, Selasa (10/1/2017).
Dia menyebutkan, tenaga kerja asing pada tahun 2015 ada 219 orang. Kemudian di tahun 2016 meningkat hingga mencapai 270 orang. Semuanya bekerja di proyek Blok Cepu.
Selama ini data yang diterima hanya dari operator Blok Cepu, EMCL. Sedangkan dari operator lainnya seperti Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di Blok Tuban, maupun Pertamina EP Asset IV di sumur tua, dan sumur Tiung Biru (TBR) belum ada laporan masuk.
“Kita anggap, belum adanya laporan masuk ini karena memang tidak ada naker asing yang bekerja di lapangan Migas selain Blok Cepu,” imbuhnya.
Meski demikian, Imam mengaku, kesulitan melakukan inspeksi ke lapangan untuk memastikan tidak adanya naker asing yang ada di Blok Tuban, sumur tua, ataupun TBR.
“Kita harus koordinasi terlebih dahulu dengan pengawas ketenagakerjaan dari Pemprov Jatim untuk melakukan pengecekan itu,” ucapnya.
Mantan Kepala Bidang Pengembangan Bidang Usaha Seni dan Budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini, berharap, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang retribusi perpanjangan Izin mempekerjakan naker Asing segera disahkan.
“Ya mumpung naker asingnya belum berkurang banyak, karena bisa memberikan masukan pendapatan daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, Field Manajer Pertamina EP Asset IV, Agus Amperianto, juga Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Akbar Pradima, ketika dikonfirmasi perihal tersebut mengaku, tidak ada naker asing yang dipekerjakannya.(rien)