SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Penolakan warga dari semjulah desa di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terhadap pembangunan Kilang Minyak New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, tak membuat Pertamina diam begitu saja.
Project Koordinator New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Kadek Ambarawa Jaya membeber strateginya untuk memberikan pemahaman utuh ke masyarakat soal proyek pengolahan minyak di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sosialisasi masif telah ditinggalkan untuk menghindari insiden, dan sekarang fokus dari rumah ke rumah maupun forum diskusi.
“Sosialisasi masif dikhawatirkan ada yang menunggangi sehingga tujuan sosialisasi belum sampai ke masyarakat,” ujar Kadek kepada suarabanyuurip.com, selepas diskusi publik yang digelar Trisakti Mining and Energy Research (Timer) Institute pada Sabtu (26/1/2019) bertemakan peran industri Migas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tuban.
Rencana awal kilang patungan Pertamina-Rosneft Rusia dengan mayoritas saham milik Pertamina harus beroperasi di tahun 2024. Proyek mundur karena lahan akhirnya operasi baru bisa dimulai tahun 2025.
Pria humanis ini berharap, kali ini menjadi hijrah terakhir dari Tuban ke Asembagus Situbondo dan kembali ke Tuban. Proyek dengan investasi Rp199,3 Triliun tetap berdiri di Bumi Wali.
“Tidak ada hijrah kedua,” tegasnya.
Tim NGRR berkeyakinan masyarakat yang masih bergejolak belum mendapat informasi utuh dan lengkap. Sehingga mereka yang notabene pemilik lahan juga masih menduga-duga multi player effect dari kilang.
“Forum diskusi yang diprakarsai Timer sangat bagus. Ketika dikonfirmasi kami langsung setuju karena bisa mentranformasi informasi utuh ke publik,” imbuhnya.
Perlu diketahui, Kilang Minyak Tuban adalah proyek pembangunan kilang minyak baru dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari. Perencanaan pembangunan Kilang ini akan menggunakan konfigurasi petrokimia (terintegrasi dengan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama).
Alasan berdirinya kilang mengingat kebutuhan bahan bakar dan upaya pencapaian ketahanan energi di dalam negeri. Indonesia membutuhkan pertumbuhan industri kilang minyak di dalam negeri.
Dengan dibangunnya Kilang Minyak Tuban, diharapkan dapat meningkatkan penyediaan minyak mentah dan bahan bakar di Indonesia sehingga dapat menurunkan ketergantungan terhadap impor. (aim)