SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyayangkan kegagalan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) membangun fasilitas gas flare dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
“Ya akhirnya desa juga tidak bisa memaksimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Rencananya dulu kan ikut terlibat untuk pemasaran hasil produksinya,” ujar Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (11/1/2017).
Bahkan, sekarang ini PT Intermedia Energi (IME), mitra BUMD PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) akan menjual lahan seluas kurang lebih 26.000 M2 yang akan digunakan membangun fasilitas gas flare tersebut untuk membayar hutang ke kontraktor lokal.
“Taksiran harganya senilai Rp26 Miliar,” tandasnya.
Pemdes sebenarnya sudah berupaya ikut andil dalam rencana bisnis ini. Tapi ketika produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Lapangan Sukowati menghasilkan 26.000 barel per hari (Bph), dan gas 6000 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) ternyata tidak ada perkembangan sama sekali.
“Sekarang ya menunggu keputusan pemerintah pusat, apakah PT BBS bisa mengelola Blok Tuban. Kalau iya, kami harus terlibat, tidak mau seperti ini,” pungkasnya.(rien)