SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) Pertamina EP Cepu, mengatakan, terdapat empat tantangan implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Edy Purnomo, Assistant Manager Field Relations, mengatakan, tantangan implementasi PPM di Bojonegoro antara lain, adanya perubahan pimpinan daerah dan pola kebijakan terhadap CSR.
“Sekarang kami sedang mengkaji dengan adanya sistem pembagian program Corporate Social Responsibility (CSR), 60 untuk ring satu dan sisanya untuk diluar ring,” kata Edy Purnomo, saat memberi paparan dalam lokakarya media di aula kantor SKK Migas, Surabaya, Senin (22/4/2019) lalu.
Tantangan berikutnya adalah tingginya ekspektasi stakeholders terhadap keberadaan project. Banyak yang menganggap, PEPC perusahaan yang banyak uang dan mampu diandalkan.
“Padahal, tidak seperti itu,” ungkapnya.
Lalu, adanya pola pikir invest, empowerment, capacity building versus pola pikir instant, donasi, sponsorship event, charity. Selanjutnya, adanya kecenderungan pada program yang bersifat infrastruktur dan monumental yang relatif minim pemberdayaan berkelanjutan.
“Dan terakhir tantangannya adalah what community needs versus what community wants, jadi belum sinkron antara apa yang dibutuhkan dengan apa yang diinginkan,” tandasnya.(rien)