SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai melirik peluang untuk terlibat dalam pengelolaan Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, yang saat ini masih dikelola Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOBP-PEJ). Ketertarikan tersebut muncul menyusul akan berakhirnya kontrak JOBP-PEJ pada 19 Februrai 2018 mendatang.
Salah satu BUMDes yang sudah menyatakan keinginannya adalah Campurejo, Kecamatan Bojonegoro. BUMDes ring satu Lapangan Sukowati itu mengaku optimis dapat terlibat di pengelolaan Lapangan Sukowati, jika hak kelola tersebut diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).
“Ya harus optimis, BUMDes kita harus ikut serta dalam pengelolaan Blok Tuban nantinya,” tegas Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (11/1/2017) kemarin.
Selama ini, menurut dia, keterlibatan lokal dalam kegiatan hulu migas di Lapangan Sukowati sangat minim.
“Sangat kecil, karena pihak managemen kurang terbuka baik soal pengadaan barang dan jasa ataupun kebutuhan tenaga kerja,” ujar Edi, mengungkapkan.
Oleh sebab itu, siapapun pengganti JOB P-PEJ pada 2018 mendatang agar melibatkan BUMDes sebagai wujud implementasi Peraturan Daerah (Perda) No 23 Tahun 2011 tentang Konten Lokal.
“Karena itu kita tetap mendukung BUMD menjadi operator Blok Tuban,” pungkasnya.
Keterlibatan BUMDes dalam pengelolaan Lapangan Sukowati ini mendapat dukungan dari Bojonegoro Institute (BI). Menurut lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal Bojonegoro yang konsen terhadap transparansi tata kelola migas, dengan melibatkan seluruh BUMDes keuntungan yang akan diterima Bojonegoro lebih besar.
“100 persen keuntungan akan jadi milik masyarakat Bojonegoro,†sambung Direktur BI, Aw. Saiful Huda.(rien)