Terus Bertambah Setelah Punya Gedung Baru

PAUD Sartika

SuaraBanyuurip.comEdi Supraeko

Bojonegoro – Kesadaran masyarakat sekitar Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terhadap pentingnya pendidikan usia dini bagi anak-anaknya kian tinggi. Tingginya kesadaran para orang tua itu salah satunya dikarenakan semakin baiknya lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di desa mereka setelah tersentuh program dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Seperti yang terlihat di PAUD Sartika Desa Bonorejo. Jumlah siswanya terus bertambah. Dari sebelumnya 30 anak, sekarang menjadi sekira 40 an anak.

Meningkatnya jumlah anak PAUD Sartika ini karena banyak orang tua yang membawa anak-anaknya meskipun usianya belum waktunya masuk PAUD.  

“Karena banyak anak-anak yang sekolah di sini, jadi mereka ikutan ingin sekolah sambil bermain di sini,” ucap Surati salah satu orang tua di temui ketika mengantarkan anaknya, Kamis (12/1/2017).  

Gedung PAUD Sartika ini baru saja selesai dibangun EMCL bersama Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B). Pembangunan gedung ini sudah lama dinantikan anak-anak, guru dan wali murid.

Baca Juga :   Kuliah Praktisi Unigoro, Sekretaris Bappeda : Jika Produksi Migas Turun Optimalisasi PAD Harus Ditingkatkan

Karena sebelumnya anak-anak tidak memiliki gedung untuk belajar dan bermain. Mereka ndompleng di salah satu gedung perkantoran Pemerintah Desa (Pemdes) Bonorejo yang kondisinya memprihatinkan.  

“Karena gedungnya bagus inilah yang membuat anak-anak bersemangat. Mereka merasa nyaman dan tenang dalam belajar dan bermain,” sambung Guru PAUD Sartika Bonorejo, Paniti Evi Oktavia.

Pembangunan Gedung PAUD Sartika ini merupakan program aksi kemitraan untuk pemberdayaan masyarakat (Patra Daya) yang dilaksanakan EMCL di bidang pendidikan.

Pelaksanaan pembangunan gedung menelan biaya Rp317.449.000. Rinciannya, Rp312.000.000 bantuan dari EMCL, dan Rp5.449.000 dari swadaya masyarakat.

Dana tersebut untuk membangun dua ruang kelas, satu ruang kantor, dan dua toilet dengan jangka waktu pelaksanaan tiga bulan. Gedung baru itu telah resmi diserahkan EMCL kepada pemerintah desa.

“Kami harapkan gedung ini dirawat dengan baik sehingga dapat terus dimanfaatkan anak-anak di sini,” sambung perwakilan EMCL, Feni Kurnia Indiharti.(edi)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *