SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, telah meminta kepada pemilik wilayah kerja pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP untuk segera mencari pengganti paguyuban yang selama ini mengelola sumur peninggalan Belanda di Lapangan Wonocolo. Karena kontrak paguyuban penambang dengan Pertamina EP telah berakhir pada bulan Desember 2016 lalu.
Demikian disampaikan Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Ali Mahmudi usai melakukan pertemuan dengan Manajemen Pertamina EP di Jakarta pada Senin (9/1/2017) lalu.
Ali menjelaskan, kunjungannya ke Jakarta beberapa waktu lalu baru sebatas koordinasi terkait kondisi sumur tua sekarang ini. Termasuk menyarankan kepada Pertamina EP untuk segera mencari pengganti paguyupan.
“Kami minta agar pengganti paguyuban sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No 1 tahun 2008 tentang sumur tua yaitu melalui BUMD maupun KUD,” kata Ali Mahmudi kepada suarabanyuurip.com, di kantornya, Kamis (12/1/2017).
Menurutnya, adanya usulan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola sumur tua pengganti paguyuban harus berdasarkan aturan yang jelas. Terlebih, revisi Permen ESDM masih dalam proses.
“Masa transisi ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Siapa pengganti paguyuban. Agar para penambang lebih tertata lagi,” tegas politisi asal PKS ini.
Saat ini yang dikhawatirkan adalah dengan tidak adanya paguyuban sebagai wadah bagi para penambang maka potensi pelanggaran yang dilakukan semakin besar.
“Misalnya sekarang ini penambang langsung menyetor minyak ke Pertamina, karena tidak ada paguyuban maka tidak ada yang mengkoordinir langsung. Ini akan menjadi peluang mereka menyuling minyak sendiri,” lanjutnya.
Hal yang disampaikan kepada Pertamina EP juga terkait rencana Kerjasama Operasi (KSO) milik Pertamina EP Asset IV Field Cepu, PT Geo Cepu Indonesia (GCI) yang berencana membuat paguyuban bagi penambang yang bekerja di wilayah PT GCI.
“Semua aspirasi kami diterima oleh Pertamina EP. Mereka berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan Pertamina EP Asset IV Field Cepu dan juga PT GCI terkait hal ini,” pungkas Ali.(rien)