SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Dampak kerusakan alam yang terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur terus mendapat sorotan serius dari berbagai kalangan. Bahkan ada solusi yang ditawarkan dari tiga pemuka agama untuk pencegahan atas kondisi tersebut. Salah satunya adalah melalui pengembangan potensi wisata lokal.
“Kerusakan alam terjadi karena hukum sebab akibat, dari sisi agama memang perlu adanya pencegahan,†ujar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ahmad Mudzir, dalam dialog seminar lingkungan yang digelar oleh UKM Mahipal Unirow di gedung Korpri Tuban, Sabtu (14/1/2017).
Dalam prespektif agama Islam, menjaga kelestarian merupakan suatu kewajiban bagi umat. Dilihat dari sudut pendang manapun, lingkungan yang sehat sangat penting bagi ekosistem di bumi ini.
Dia mengakui bahwa keberadaan industri tambang di Bumi Wali (Sebutan Tuban) tidak ramah lingkungan. Beberapa titik sekitar perusahaan perlu mendapatkan perhatian reboisasi. Utamanya yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Sisi inilah yang seyogyanya ditangkap oleh pecinta alam di Tuban. Mulailah melihat lingkungan di desanya masing-masing. Bila ada industri yang beroperasi, silahkan kawal penghijauannya supaya filter alami polusi debu lebih berfungsi.
“Tuban sudah diplot menjadi kawasan industri Jawa Timur karena potensi galian C-nya,†imbuh Mudzir.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh agama Kristen, Iskandar Herry Utama, dan tokoh agama Konghucu, Xoesi Antoniusong juga sependapat dengan Mundzir. Keduanya menjelaskan, bahwa dalam kitab yang diyakininya juga diajarkan untuk menjaga lingkungan.
Iskandar menjelaskan, sesuai hukum pelestarian lahan, setiap petani harus mengistirahatkan lahannya. Selama tujuh tahun penanaman, tahun ketujuh tersebut yang harus diistirahatkan. Tujuannya mengoptimalkan peran mikroorganisme penyubur tanah.
Terpisah, salah satu panitia UKM Mahipal Unirow Tuban, Slamet, mengapresiasi antusiasme peserta dari tingkat Pendidikan Menengah (Dikmen), atau mahasiswa. Diskusi lingkungan kali ini didedikasikan dalam rangka menyemarakan ulang tahun Unirow.
“Semoga hasil diskusi lingkungan kali ini dapat diimplimentasikan peserta di organisasinya masing-masing,†pungkasnya. (Aim)