SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengaku, belum mengetahui adanya uji coba peningkatan produksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dari 185.000 barel per hari (Bph) menjadi 200.000 Bph.Â
“Belum ada uji coba apapun disana (Blok Cepu),” ujar Kepala Humas SKK Migas, Taslim Z Yunus, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Senin (16/1/2017).
Yunus mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) hingga kini belum mengeluarkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Blok Cepu atas peningkatan produksi 200.000 Bph.
“Tapi, prinsipnya SKK Migas dan Kementerian ESDM setuju EMCL meningkatkan produksinya,” imbuhnya.Â
Pihaknya berharap, agar proses AMDAL bisa berjalan lancar agar peningkatan produksi Blok Cepu bisa segera terealisasi.Â
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Nurul Azizah, mengaku, belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi terkait peningkatan produksi di Blok Cepu baik dari EMCL maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kementerian LH juga belum memberi tembusan terkait AMDAL yang baru, kalaupun sudah pasti kami mendapat surat resminya,” tegas Nurul saat ditemui dikantornya.Â
Nurul menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan EMCL apabila benar sudah melakukan uji coba peningkatan produksi 200.000 Bph walaupun belum ada izin AMDAL.
“Kita tidak mungkin memberi sanksi, tapi tetap harus mengikuti aturan. Kalau memang ada informasi seperti itu akan segera mengeceknya di lapangan,”tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) Ganesha Askari, menyatakan, telah mengalami peningkatan produksi Blok Cepu dari 185.000 Bph menjadi 200.000 Bph. Pihaknya mendapatkan laporan peningkatan produksi Blok Cepu tersebut dari EMCL sejak awal 2017.
“Iya, sudah uji coba sejak 8 Januari 2017. Dan ternyata lancar karena fasilitas yang sekarang mencukupi sebesar 200 ribu Bph,” pungkasnya.(rien)