SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia
Bojonegoro – Peningkatan dalam perputaran ekonomi bagi masyarakat sangat perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Tak terkecuali keterlibatan dari operator Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendorong keterlibatan operator Migas yang beroperasi di Bojonegoro meningkatkan keterlibatannya dalam perputaran ekonomi bagi masyarakat Bojonegoro.
“Meski kita memiliki program kemasyarakatan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD, tapi dukungan operator migas juga perlu,” kata Ketua DPRD Mitroatin kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (17/1/2017).
Hal ini dikarenakan, adanya industri migas seperti Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Sumur Tiung Biru, Jambaran-Tiung Biru, maupun sumur tua, harus memberi kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan rakyat terutama sekitar wilayah operasi.
“Kami ingin, masyarakat Bojonegoro nantinya bisa menggunakan produk dari lokal, saya jamin pasti perekonomian meningkat pesat,” jelas politisi asal Partai Golkar ini.
Mitroatin mengaku, tak memungkiri keberadaan operator migas seperti ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ), dan Pertamina EP sudah memberikan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat Bojonegoro terkait kewirausahaan.
“Inilah yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan lagi,” tegas mantan Kepala Desa Tanjung, Kecamatan Tambakrejo ini.
Mitroatin menambahkan, perlunya peningkatan dalam dunia kewirausahaan dengan menghasilkan produk yang berkualitas. Tujuannya agar masyarakat lebih mencintai atau membeli produk lokal Bojonegoro. Tanpa harus membeli produk dari kabupaten tetangga untuk memenuhi kebutuhannya. Baik itu kebutuhan sehari-hari maupun saat ada hajatan.Â
“Di Bojonegoro sudah banyak yang membuat batik, kerajinan tangan, makanan khas, dan lain-lain. Kedepan kita berharap warga Bojonegoro cinta produk lokal Bojonegoro. Bahkan harus bisa menarik pembeli dari luar Bojonegoro,” pungkasnya. (rien)