Produk Khas Mahasiswa Ungu Diserbu Pengunjung

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Sebanyak 50 stand makanan, minuman dan aneka olahan produk mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro Jawa Timur, ditampilkan dalam Expo dan Mini Seminar HIV/AIDS di lantai II Hotel Dewarna Jalan Veteran, Rabu (18/1/2017).

Kegiatan yang sudah mendapat persetujuan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) ini merupakan rangkaian Gerakan Masyarakat Peduli (GeMas HIV/AIDS) yang diselenggarakan STIKES ICsada bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Diantara produk-produk yang dipamerkan mahasiswa antara lain; Jaka Cepak (jahe merah, kapulaga, cengkeh, pala, dan kayu manis), Ramah Tawa (rambut mahkota dewa), Teh Daun Sirih Merah, Teh Daun Kelor, Si James (singkong jahe merah sereh), Hematom (hipertensi manisan tomat), Teh Antik Simerudi (sirih merah jeruk madu), Telor Cap Tidore (teh kelor cap STIKe ICsada Bojonegoro) dan lain-lain.

Ada juga Teh Herbal Daun Sirsak, Sabun Mimba Soap Yuu Health Tea, Pump Just, Serbuk Pencegah Magh, Gempur Asam Urat Mahkota Dewa, Minuman Sehat Salam Merah, Sirup Blimbing Wuluh, Mengkudu Hepi (herbal kopi), Kopi Biji Salak, Serbuk Daun Sambiloto, D’bekam (beras hitam anti gula darah tinggi), Kotak sahabat Asma, hingga camilan kesehatan khas Bojonegoro.

Baca Juga :   Perpustakaan Dibongkar, Pemkab Bojonegoro Harus Berikan Solusi

“Semua yang dipamerkan ini adalah produk mahasiswa STIKes ICsada Bojonegoro yang telah dikemas menarik,” kata salah satu mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan/Ners, Indah.

Produk-produk tersebut kebanyakan mudah di dapat dari masyarakat dan berbasis budaya lokal. Terutama dari tanaman toga yang mulai banyak ditinggalkan masyarakat.

“Kita sangat peduli untuk melestarikan tanaman toga dan mengajak masyarakat untuk membudidayakannya,” tambah anggota kelompok mahasisw lain, Ila Munifatuszahro.

Selain itu, produk yang dihasilkan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Jaka Cepak, misalanya, memiliki beberapa berkhasiat. Yakni menurunkan kadar asam urat, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi nyeri sendi pegal, dan merilekkan badan.

“Cara buatnya sangat mudah, setiap lima gram ramuan itu direbus menggunakan air 50 – 100 mili liter kemudian disaring dan minum,” sambung Hadis Aji Romadhona, Mahasiswa Semester VII S1 Keperawatan.  

Pemeran ini mengundang perhatian masyarakat luas. Salah satunya pengunjung dari Kecamatan Dander, Dwi. Dia mengaku sangat kaget dengan kreatifitas mahasiswa Kampu Ungu.

“Generasi seperti ini yang patut dicontoh dan didukung.  Apalagi bisa menghasilkan produk buday lokal Bojonegor yang luar biasa,” ujarnya.(suko)

Baca Juga :   DPRD Tuding Dinas Pendidikan Tak Serius Tangani Sekolah Rusak

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *