SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Tarik ulur harga gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) akhirnya berakhir. PT Pertamina EP Cepu (PEPC) telah sepakat menjual gasnya kepada PT Pertamina (Persero), seharga US$ 7 per million british thermal unit per day (MMBTU) dengan eskalasi dua persen.
“Akhirnya kita jual semuanya ke Pertamina. Untuk Pupuk Kujang masih menunggu arahan dari pemerintah,” ujar Direktur Utama PEPC Adriansyah, kepada suarabanyuurip.com usai melakukan pertemuan dengan Bupati Bojonegoro, Suyoto dan pejabat terkait Kamis (19/1/2017).
Saat ini, pihaknya sedang menunggu surat relokasi gas, dari semula dibagi dengan PT Pupuk Kujang, sekarang ke Pertamina semuanya.
PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) sempat menawar harga gas sebesar US$ 7 per MMBTU dengan eskalasi 2% per tahun.Â
Harga tersebut disepakati dengan Pertamina, agar gas segera laku dan tidak menyebabkan penundaan proyek. Jika ada penundaan maka akan mempengaruhi keekonomian proyek.
Berdasarkan perhitungan rencana pengembangan wilayah (Plan of Development/PoD) lapangan Tiung Biru pada tahun 2012, harga dari Pertamina sebesar US$ 8 dengan eskalasi 2 persen per mmbtu.
Sementara itu, Bupati Suyoto, menyampaikan, persiapan pendirian pabrik Pupuk Kujang dari segi lahan dan perizinan semuanya sudah siap.
“Sekarang, masih diklarifikasi apakah PT Pupuk Kujang meneruskan atau tidak, yang jelas gas J-TB sudah ada pembelinya,” pungkasnya.(rien)