SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Munculnya makelar tenaga kerja (naker) pada proyek besar seperti migas kerap meresahkan dan merugikan masyarakat. Karena alasan itulah, Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, minta kepada masyarakat untuk menganggap makelar naker sebagai musuh.
Hal ini disampaikan Suyoto menyusul akan segera dimulainya proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi pusat pengolahan gas (Engineering, Procurement, and Construction Gas Processing Facility/EPC GPF) Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) oleh PT Rekayasa Industri (Rekind), kontraktor Pertamina EP Cepu (PEPC) pada Maret 2017 mendatang. Proyek ini dipastikan membuka peluang naker cukup banyak dan bisnis bagi kontraktor lokal.
“Jadi untuk lowongan pekerjaan, tidak ada makelar,” tegas Suyoto usai melakukan pertemuan dengan PEPC, di kantor Pemkab setempat, Kamis (19/1/2017).
Kang Yoto, sapaan akrabnya, menyatakan, untuk lowongan tenaga kerja urusannya dengan tim yang bentukan Pemkab, yakni tim percepatan supporting proyek J-TB.
“Tidak ada lagi makelar, ini musuh kita,” tegasnya.
Pihaknya mengingatkan, jika ada oknum dari kontraktor yang mengaku dapat memasukkan pekerjaan maka bisnis di Bojonegoro akan dibatalkan.
“Oleh sebab itu, pemkab difasilitasi PEPC nanti akan berkomunikasi dengan PT Rekind untuk mengetahui skenarionya seperti apa,” pungkasnya.(rien)