PKL Cepu Kembali Diperingatkan

NULL

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali peringatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) Cepu, terutama yang berjualan di atas trotor di Jalan Surabaya, Jalan Raya hingga Jalan Pemuda. Peringatan ini diberikan menyusul akan dilakukannya normalisasi dan penataan trotoar di wilayah setempat.

Dalam sosialisasi yang dilakukan, Satpol PP Blora menemui kendala terkait rencana penertiban. Yakni pasar tumpah di Jalan Raya hingga kawasan pasar Plasa Cepu belum ada solusi pemindahan. Padahal, Satpol PP berencana langsung melakukan penertiban PKL. 

“Hari ini kita tidak memungkinkan jika harus melakukan penertiban. Karena belum ada tempat untuk melokalisir mereka,” kata Sekretaris Satpol PP Blora, Bambang Setyo Trianto kepada suarabanyuurip.com di Cepu, Kamis (19/1/2017).

Saat ini para PKL pasar tumpah masih dicarikan lokasi. Karena lokasi dua pasar. Yakni Pasar Plasa dan Pasar beras yang terdekat dari lokasi pasar tumpah, tidak mampu menampung pedagang.

Kesempatan ini digunakan Satpol PP untuk mensosialisasikan kepada para pedagang terkait rencana penataan trotoar.

Baca Juga :   Bupati Anna Serahkan Bansos dan Bibit Pohon Jati di HUT TAGANA Ke-17

“Hari ini kita coba sosialisasikan, dan mau tidak mau PKL juga harus pindah. Karena akan banyak tumpukan material dan penempatan alat dalam pekerjaan nanti,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Pasar wilayah II Cepu, Tulus Sunarko menyatakan, ada tempat alterrnatif untuk melokalisir PKL. Di antaranya Pasar Plasa, Pasar beras dan Pasar Induk Cepu.

“Nanti kita akan undang para PKL untuk diajak diskusi. Karena ada sekitar 125 PKL terdata,” jelasnya.

Sesuai data yang ada dari jumlah tersebut, 100 orang PKL berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sedangkan sisanya dari Cepu. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *