SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Dalam sepuluh tahun terakhir Kabupaten Blora, belum bisa keluar dari zona merah sebagai kabupaten miskin di Jawa Tengah. Padahal jika melihat potensi yang ada, tidak seharusnya Blora berada dalam lingkaran kemiskinan.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Blora H. Setiyadji Setyawidjaja ketika bertemu wartawan, Jumat (26/7/2019) kemarin.
“Blora itu memiliki sumber daya alam berupa kayu jati dan minyak bumi, Mas,†ujarnya.
Menurut Setiyadji, Blora tidak bisa lepas dari predikat kabupaten miskin karena pemerintah tidak pa-ham akan potensi yang dimiliki daerahnya. Berkata demikian, pria yang dipastikan kembali duduk di Legislatif untuk periode 2019-2024 ini memberikan contoh, bahwa 40 persen kekuatan ekonomi Blora adalah di sektor pertanian.
“Tapi kenapa setiap kemarau petani masih kesulitan air, dan setiap musim tanam petani selalu kesulitan mendapatkan pupuk,†tukasnya.
Hal lain menurut Setiyadji, Blora tidak akan bisa keluar dari zona kemiskinan jika pemerintah hanya berpangku tangan dengan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Â
 “Harusnya Pemkab Blora berlomba dengan kabupaten lain untuk menjemput investor agar mau datang. Karena banyak potensi di Blora yang membutuhkan investasi dari luar,†tandas Setiyadji yang oleh kalangan dewan maupun masyarakat Cepu didorong untuk maju dalam Pilkada Blora 2020 nanti. (ams)