SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Sari, Desa Trosono, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mampu mengatasi kesulitan petani setempat dalam persoalan pupuk dan modal selama musim tanam.
BUMDes Mekar Sari baru satu tahun dibentuk dengan modal awal Rp50 juta dari Dana Desa (DD) tahun 2016. Dari modal awal tersebut oleh pengurus BUMDes dikelola untuk pengadaan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) sebesar Rp 30 juta dan sisanya Rp 20 juta untuk usaha simpan pinjam (SP) bagi petani.
“Usaha SP diprioritaskan bagi petani. Dana pinjaman di gunakan untuk modal tanam,” kata Kepala Desa (Kades) Trosono, Sutrisno, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (20/1/2017).
Setiap petani yang menjadi anggota BUMDes rata-rata mendapatkan pinjaman dana Rp 900 ribu. Selain itu saprodi seperti pupuk, obat- obatan dan barang pertanian lainnya dengan nominal Rp1,1 juta.
“Dengan adanya BUMDes Mekar Sari, petani sekarang sudah tidak lagi cari pinjaman ke bank thitil (harian) yang bunganya mencekik leher. Petani juga tidak mengalami lagi kesulitan pupuk setiap kali musim tanam karena di Bumdes Mekar Sari selalu tersedia,” papar Sutrisno lagi.
Melihat perkembangannya signifikan, BUMDes yang kantornya masih ikut di kantor desa ini akan kembali digelontor modal tambahan Rp 50 juta dari DD 2017.
Salah satu petani bernama Ali mengaku, keberadaan BUMDes sangat memberikan manfaat besar bagi warga. Karena biasanya warga dalam setiap musim tanam pusing mencari pinjaman modal. Bahkan rela pinjam Bank thitil meski bunganya mencekik leher.
“Sekarang tidak lagi. Pinjam di BUMDes juga tidak pakai jaminan apapun,” ungkapnya.
Kegiatan BUMDes yang bersumber dananya dari DD hingga saat ini memang masih belum berjalan maksimal di desa-desa di Lamongan. Rata-rata banyak desa masih berkutat dengan pembentukan pengurus, menentukan jenis usaha dan persoalan internal lainnya.
Di Kecamatan Sekaran dari 21 desa baru BUMDes Mekar Sari yang telah berjalan dengan susunan pengurus lengkap dan usaha nyata.(tok)