Gelar Kejuaraan IKS PI Kera Sakti Cup

Kejuaraan kera sakti

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti Cup menggelar kejuaraan pencak silat yang dilaksanakan di gedung Maharani, Kantor Bakorwil, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (21/1/2017). Gelaran kejuaraan ini diharapkan dapat melahirkan calon atlet yang dapat berlaga di tingkat nasional dan internasional.

“Siapapun yang menang, yang penting keguyuban kita. Kedepan, saya berharap ada atlet-atlet silat dari IKS PI dikalungkan medali emas mengharumkan nama bangsa,” ujar Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito, saat memberikan sambutan.

Pria yang juga anggota IKS PI Kera Sakti ini, meminta kepada semua peserta agar memupuk kepedulian sesama terutama di masyarakat. Karena kedepan semuanya menjadi penerus bangsa.

“Kita hadir dan ada di atas bumi Indonesia ikut membangun bangsa dan negara,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan, politisi asal Partai Gerindra ini memberikan reward bagi siapapun yang menjadi juaranya dari 4 kelas.

“Masing-masing akan saya kasih bonus Rp1,5 juta,” ungkapnya diiringi tepuk tangan yang menggema dari para peserta.

Pihaknya berharap, setiap tahun kegiatan ini harus dilaksanakan dan dengan jadwal yang pasti. Jika pertengahan Agustus dilakukan ditingkat pusat, maka pada Januari-Februari IKS PI Kera Sakti Cup bisa dilaksanakan.

Baca Juga :   SSB Tumenggung Nuswantoro Juarai Turnamen Tunggang Jagad Cup I

“Kita sudah punya atlet-atlet yang luar biasa,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro, mengatakan, bangga dan salut karena masih ada yang membudayakan dan menyisihkan waktunya untuk berlatih mengikuti kegiatan pencak silat.

“Karena saat ini generasi muda kita yang tidak punya aktivitas cuma nongkrong, ngopi, rokok, miras, bahkan mengonsumsi narkoba,” ujarnya.

Pihaknya mensuport penuh kegiatan seperti ini agar mempunya visi, misi dan tujuan hidup yang lebih jelas.

Kapolres mengingatkan, saat ini negara Indonesia sudah banyak rong-rongan dan ancaman dari negara luar. Karena metode-metode negara-negara lain dalam memecah belah persatuan tidak lagi mengangkat senjata. Tapi dengan soft power hand, proxy war atau menggunakan cara atau alat atau metode bagaimana menguasai suatu wilayah tanpa terlihat.

Para alim ulama sudah mulai diadu domba antar organisasi masyarakat (ormas) sudah mulai bermunculan, Perang antar bentuk sudah berjalan menggunakan intelijen, media masa, cetak, sosial untuk adu domba.

“Banyak berita hoaks untuk adu domba. Kalau polisi sudah disibukkan dengan hal seperti itu secara mudah memasukkan tenaga kerja asing ke Indonesia,” tandasnya.

Baca Juga :   KONI Bojonegoro Berangkatkan Cabor Renang dan Bola Tangan ke Porprov IX Jatim

Secara mudah memasukkan narkoba ke Indonesia, karena pemerintah melakukan pengawasan internal saja. Tidak mengatasi proxy war secara luar.

“Kita pererat solidaritas antar sesama jangan urusi permusuhan diantara kita. Mari sama-sama bersinergi dengan kamtibmas plus. Ketua-ketua perguruan silat dan alim ulama,” ucapnya.

Kapolres mengajak semua menciptakan kamtibmas agar bisa kondusif. Karena dibanding beberap tahun yang lalu banyak yang terbunuh dan terluka hanya karena beda visi dan beda bendera.

Sementara itu, kejuaraan IKS PI Kera Sakti Cup dihadiri oleh Ketua Dewan Tekhnis Pusat Bambang Eko Irianto, sekaligus membuka acara dengan membunyikan gong.

Ketua Cabang IKS PI Kera Sakti Bojonegoro, Putut S, mengatakan, ada sekira 180 dari 28 kecamatan se Kabupaten Bojonegoro yang mengikuti kejuaraan IKS PI Kera Sakti Cup ini.

“Nantinya pemenang akan dikirim mengikuti kejuaraan nasional di pusat Madiun pada pertengahan agustus,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *