SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia
Bojonegoro – Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip, Blok Cepu yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ternyata memiliki cadangan minyak bumi lebih tinggi dari perhitungan awal yaitu sekira 400 juta barel. Itu diketahui setelah dilakukan penelitian, dan perhitungan kembali ditemukan jumlah cadangan Migasnya kurang lebih sebesar 550 juta barel hingga 720 juta barel.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, saat berkunjung di Lapangan Banyuurip, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur pada hari Jum’at 20 Januari 2017.
Ignasius Jonan, mengatakan, sebelumnya prediksi cadangan Migas Blok Cepu hanya sekira 400 juta barel. Namun setelah dibor kemudian diteliti, dan dihitung kembali ditemukan data jumlah cadangan migas Banyu Urip sebesar 550 juta barel hingga 720 juta barel.
“Antara 550 juta barel per hari ini sudah disetujui, namun ada angka yang masih dibahas lagi yang bisa mencapai 720 juta barel,” kata Ignasius Jonan.
Seperti diketahui, produksi Lapangan Banyuurip yang memiliki 49 sumur dengan 29 sumur diantaranya adalah sumur produksi, dan 13 sumur injeksi ini sebelumnya telah memproduksi 185 ribu barel per hari (Bph), kini menjadi 203 ribu Bph.
“Meskipun ada kenaikan jumlah produksi, hal itu tidak akan mempengaruhi lama masa produksi,” imbuhnya.
Menurutnya, jumlah produksi yang tinggi belum tentu masa produksi lebih pendek, apalagi setelah dites prediksinya tidak seperti semula.
Kenaikan jumlah produksi di Lapangan Banyuurip itu untuk memenuhi produksi migas secara nasional. Target didalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jumlah produksi migas sebesar 815 ribu Bph.
Sedangkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sendiri memiliki target produksi nasional sebesar 825 ribu Bph.
“Dan sekarang sudah lebih, menjadi 829 ribu Bph,” pungkasnya.(rien)