Kenaikan Produksi Blok Cepu Masih Batas Toleransi

Menteri ESDM Ignasius

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, memastikan, operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), mampu melakukan penambahan produksi dari 185 ribu barel per hari (Bph) menjadi 205 ribu Bph.

“Resiko kenaikan produksi sampai 20 persen saya kira tidak ada masalah,” ujarnya saat berkunjung di Blok Cepu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (20/1/2017) kemarin.

Saat ini EMCL sudah melakukan produksi sebesar 203 Bph. Jumlah produksi tersebut, masih dalam batas toleransi untuk pengurusan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal).

“Namun jika masih akan dinaikkan lagi maka harus ada pengajuan Amdal baru lagi,” terangnya.

Pengajuan Amdal yang dilakukan operator Blok Cepu itu kini masih di kantor Kementerian Lingkungan Hidup. Dia meminta kepada Kementerian Lingkungan Hidup agar memprioritaskan pengajuan Amdal tersebut untuk segera diberi rekomendasi.

“Pada tahun 2017 sehingga bisa 6 persen diatas target,” harapnya.

Saat ini jumlah produksi nasional sudah mencapai target yang ditetapkan di APBN. Jumlah produksi minyak nasional di tahun 2017 sebesar 837 ribu Bph.

Baca Juga :   Dana Abadi Migas, Bentuk Tanggung Jawab Generasi Mendatang

“Target yang dipatok di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 815 ribu Bph,” jelasnya.

Sementara menurut Vice President Public and Government Affairs, ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah melakukan penaikan produksi menjadi 203 Bph.

“Kenaikan jumlah produksi itu sesuai dengan permintaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melakukan test produksi,” ujarnya.

Penaikan jumlah produksi itu untuk memastikan bahwa fasilitas produksi tidak ada masalah. EMCL sudah melihat fasilitas itu setelah dihitung masih bisa untuk dinaikan diatas 185 ribu Bph tanpa menambah fasilitas baru dan itu masih dalam uji coba.

“Sudah kami perhitungkan semua peralatan sudah mampu dalam produksi segitu (antara 203 ribu Bph). Dan setiap alat juga sudah mempunyai asuransi sendiri,” tambahnya.

Masa uji coba kenaikan produksi menjadi 203 ribu sampai 205 ribu Bph itu sudah dilakukan sepekan terakhir ini.

“Lebih dari satu minggu ini dicoba untuk angka produksi 203-205 ribu Bph. Fasilitas kita bisa lebih dari 200 ribu Bph,” pungkasnya.(rien)

Baca Juga :   Kejar Target Produksi, SKK Migas Menemukan 4 Sumur Minyak Baru

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *