SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban– Awal tahun 2017 perumahan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mulai rawan disatroni komplotan maling. Rata-rata pelaku mengincar rumah yang ditinggal penghuninya untuk menguras harta berharganya.
Beruntung aksi komplpotan pencuri antar kabupaten/kota ini sudah berakhir pada hari Minggu (22/1/2017) kemarin. Kepolisian Resort (Polres) Tuban membekuk empat pelaku pencurian. Mereka adalah BW (42) warga Jalan Raden Patah, Kauman, Sidoarjo. RDP (35) warga Jalan Perintis, Surabaya. Ditambah, MBD (29) warga Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, dan DP (35) warga Desa Krajan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.
 “Satu komplotan ini diringkus di Jalan Tuban-Babat tepatnya di hutan Pakah, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Minggu (22/01) sore,†ujar Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, kepada suarabanyuurip.com, Senin (23/1/2017).
Aksi pertama pelaku di Perumahan Tasikmadu, Kecamatan Palang milik Mohamad Nawawi. Di tempat ini pelaku belum menemukan apapun karena keburu dipergoki pembantu rumah dan akhirnya kabur.
Pembantu rumah tangga tersebut mengetahui ciri-ciri mobil yang dibawa pelaku. Pada bagian belakang mobil itu ada tulisannya “Jet Bus 2”. Mengetahui keterangan tersebut, warga lain kemudian melaporkan kejadian itu melalui SIBI.
 “Memperoleh laporan itu anggota Polres langsung mengejar kendaraan pelaku,†imbuh Fadly.
 Gagal beraksi di perumahan Tasikmadu, pelaku kembali menyatroni rumah yang berada Kelurahan Karang RT 04 RW 04, Kecamatan Semanding milik Masrukin (40). Aksi kedua ini berjalan mulus, uang tunai sebanyak Rp 51 juta yang berada di dalam almari dan sebuah plystation langsung dibawa.
Hasil koordinasi dengan anggota yang berjaga di pos polisi Pakah, akhirnya dengan ciri-ciri “Jet Bus 2” dihentikan ketika menuju Surabaya. Kendaraan merek Xenia warna hitam dengan nomor polisi L 1886 KQ. Uang rampokan pelaku disimpan di bawah jok mobil depan sebelah kiri.
“’Kasus ini terus dikembangkan karena pelakunya antar daerah,†tandasnya.
 Kapolres menghimbau masyarakat untuk waspada ketika meninggalkan rumah. “Jalin komunikasi yang baik dengan tetangga, supaya ada sinergi ketika rumah dalam keadaan kosong,†pesannya. (aim)