Sajikan Sari Bengawan di Puncak Mentul Cepu

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Ingin berburu kuliner ikan bengawan ? Datang saja ke Rumah Makan Angin Senja. Di sini beragam ikan bengawan dimasak khas Jawa.

Di Rumah Makan Angin Senja pengunjung dapat menikmati kelezatan menu sari bengawan. Sesuai namanya, menu ini menyajikan aneka macam jenis ikan bengawan seperti Jendil, Wader, Bader, Kutuk, dan Rengkik. Ikan bengawan itu menjadi menu unggulan diantara menu lainnya yang disajikan dengan bumbu khas Jawa.  

Hadirnya Rumah Makan Angin Senja ini menjadikan pecinta kuliner ikan bengawan tak perlu repot-repot mendatangi satu per satu rumah makan. Karena di tempat ini menu yang disedikan sangat lengkap.

Menu sari bengawan yang disediakan seperti sayur asem-asem Jendil, asem-asem iga, dan aneka sayur ikan lain, lalapan, ditambah dengan asem-asem iga. Selain itu juga ada pecel ikan lengkap dengan lalapan. Dengan harga cukup terjangkau.

Tempat Rumah Makan Angin Senja ini sangat mudah dijangkau. Baik dengan kendaraan roda dua maupun empat. Dari pusat Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, paling lama hanya sepuluh menit. Lokasinya berada di puncak mentul, Kelurahan Karangboyo. Persisnya di sebelah barat Kampus Ronggolawe Cepu, dan berjarak 200 meter sebelah selatan dari komplek perumahan Pertamina Cepu.

Baca Juga :   Mayat Bayi Ditemukan di Mushola

Tak mengherankan jika rumah makan ini banyak diserbu pengunjung. Rata-rata mereka penyuka ikan bengawan. Namun tak jarang juga yang memesan asem-asem iga.

“Untuk yang pesan asem-asem Jendil harus sabar menunggu karena harus dimasak dadakan. Kalau dimasak pagi dan dihangatkan lagi akan seperti masakan basi, maka rasanya kurang lezat,” ucap Hariono pemilik Rumah Makan Warung Senja di damping istrinya, Siti Maskhurotin kepada suarabanyuurip.com, Selasa (23/1/2017).

Rumah Makan Angin Senja ini menjadi tempat nongkrong mengasyikan, sekaligus tempat bersantai bersama keluarga sambil menikmati keheningan suasana. Karena susananya tenang, jauh dari kebisingan serta jauh dari polusi. Didukung dengan semilir angin dengan udaranya yang segar.

Sebelum menjadi rumah makan, awalnya, pemilik lama lokasi ini adalah tempat nongkrong biasa dengan hanya menyediakan menu minuman ringan seperti es the, kopi khotok, dan mie instan untuk sekadar pengganjal perut. Rata-rata pelanggannya dari kaum muda mudi yang sekadar ingin bersantai dan bercengkrama menikmati waktu senggang.

Lambat laun ternyata tempat tersebut menjadi pilihan alternatif untuk bersantai keluarga dan menjadi tempat pertemuan dari berbagai instansi termasuk proyek industru hulu migas.

Baca Juga :   Desak Fungsi Lahan Parkir Dikembalikan

“Pengunjung di sini cukup ramai. Banyak pengunjung yang menanyakan makanan, akhirnya kami putuskan untuk melengkapi dengan menu makanan khas masakan sari bengawan,” ujar Hariono mengungkapkan.

Sebenarnya ide mendirikan rumah makan ini sudah terlintas lama dibenak pasangan suami istri itu. Bahkan mereka bercita-cita mendirikan rumah makan di Kalimantan. Namun karena sudah terlanjur tertarik dengan lokasi di puncak mentul, mantan Kepala Desa Begadon, Kecamatan Ngasem, itu mengurungkan niatnya untuk hijrah ke Kalimantan.

“Akhirnya kami mantapkan untuk mengembangkan usaha rumah makan ini di sini,” sambung Maskhurotin yang pernah menangani katering pada proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu.

Meski sudah berubah menjadi rumah makan, Hariono dan Maskhurotin tetap tak mengubah namanya. Rumah Makan Angin Senja, bagi mereka sudah melekat dan banyak orang yang mengenalnya.

“Kami tetap memperhankan nama Angin Senja dari pemilik lama,” tegas ibu dua anak itu.

Rumah Makan Angin Senja buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga pukul 20.00 WIB. “Tapi kalau masih ada pelanggan, kami tetap menunggui sampai benar-benar sepi,” pungkas Maskhurotin. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *