Wilayah Migas Tuban Berpotensi Longsor

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur, menyebut mayoritas wilayahnya yang memiliki kandungan migas berpotensi longsor. Potensi bencana itu tersebar di 17 kecamatan. 

Di antaranya wilayah pemboran Sumur Albatros Putih (ABP-1) di Kecamatan Kenduruan, Lapangan Tawun Kecamatan Bangilan, dan Lapangan Tapen di Kecamatan Senori.

Selain itu, di sekitar Lapangan Gegunung Kecamatan Singgahan, Lapangan Mudi di Kecamatan Soko, Lapangan Gas Sumber di Kecamatan Merakurak. Lokasi Kilang Tuban di Kecamatan Jenu, maupun kecamatan yang dilalui pipa minyak Blok Cepu, dan Blok Tuban hingga Kecamatan Palang.

“Bagi masyarakat di titik tersebut agar selalu waspada dan respon terhadap sekitar yang berpotensi tanah gerak,” pesan Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono kepada suarabanyuurip.com, Selasa (24/1/2017).

Sesuai data yang diterima BPBD Tuban dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,  ada 30 kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki potensi longsor. Termasuk Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro. 

Gerakan lahan yang berpotensi menimbulkan tanah longsor tersebut karena lemahnya daya tahan tanah. Baik karena faktor alam seperti tanah yang terbawa arus air (banjir bandang), maupun karena ulah manusia (penambangan liar maupun eksploitasi yang tidak mengindahkan faktor kelestarian lingkungan dan tidak sesuai tata ruang).

Baca Juga :   Bulog Serap 12.560 ton Gabah, DPRD Bojonegoro: Gabah Petani Rerata Diserap Tengkulak

“Potensi tanah gerak ini diprakirakan hanya terjadi di bulan Januari,” ucapnya.

Gerakan tanah biasanya diawali dengan tanda-tanda ada keretakan, atau banjir bandang yang membawa material tanah atau bebatuan. Gejalanya muncul retakan, dan pada saat hujan banyak material tanah dan bebatuan yg ikut terbawa air.

Solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah tanah gerak tersebut, dengan melakukan reboisasi untuk memperkuat struktur tanah. Sekaligus tidak melakukan penambangan karst liar, khususnya di lereng pegunungan bukit kapur utara yg ada di wilayah Tuban.

Lebih dari itu, untuk kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang berpeluang tanah gerak meliputi, Kecamatan Sugihwaras, Trucuk, Malo, Bubulan, Margomulyo, Tambakrejo, Purwosari, Kasiman, Ngambon, dan Temayang. Sedangkan di Kabupaten Lamongan hanya ada kecamatan yakni, Kecamatan Brondong, Paciran, Solokuro, Sambeng, dan Laren.

Perlu dipahami potensi gerakan tanah yang terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Jatim, dibedakan dua kategori yakni menengah, dan tinggi. Ciri zona menengah gerakan tanah terjadi bila curah hujan di atas normal. Utamanya daerah yang berbatasan dengan Sungai, dan jalan tebing yang lerengnya terganggu.

Baca Juga :   Santoso Divonis 6 Tahun, Bambang Santoso 2,5 Tahun

Sedangkan ciri zona kategori tinggi, bila gerakan tanah terjadi bila curah hujan di atas normal, dan memicu gerakan tanah lama kembali terjadi. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *