SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Bupati Blora, Jawa Tengah, Djoko Nugroho, meminta kepada Pertamia EP dan PT Sarana GSS Trembul untuk melakukan sosialisasi rencana eksplorasi sampai ke tingkat desa. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari anggapan ditutupinya segala tahapan yang ada. Pihaknya mengiginkan setiap kegiatan migas harus terbuka.
“Sosialisasi seperti ini jangan hanya dilakukan di hadapan bupati saja. Saya minta besok ada sosialisasi lagi kepada masyarakat baik di tingkat kecamatan hingga desa yang dijadikan lokasi pengeboran,” kata Bupati Djoko Nugroho.
Kegiatan sosialisasi hingga tingkat bawah perlu dilakukan. Tujuanya untuk menghindari isu negatif terkait berbagai tahapan yang ada. Selain itu agar semua lapisan masyarakat sekitar mengetahui secara gamblang tentang rencana akan dilakukannya eksplorasi sumur Migas Trembul.
“Saya tidak mau kalau nantinya ada anggapan bupatinya dapat sesuatu, sehingga terkesan tahapan ini ditutup-tutupi. Jadi setiap kegiatan migas dan pengeboran semuanya harus terbuka kepada masyarakat,†tegas bupati.
Kokok, sapaan akrab Bupati Blora Djoko Nugroho, juga meminta agar potensi lokal bisa digunakan dalam kegiatan eksplorasi migas di Blok Trembul tersebut. Yakni meliputi tenaga kerja skill maupun unskill, akomodasi, kendaraan angkut, hingga makanan penambang atau pekerja. Menurutnya, proyek harus memanfaatkan potensi lokal sehingga bisa menyerap banyak lowongan pekerjaan.
“PT Sarana GSS Trembul selaku mitra kerja PT Pertamina EP harus memakai potensi lokal. Jangan sampai terjadi polemik di masyarakat karena tidak bisa ikut bekerja di aktivitas migas. Lakukan sosialisasi ke masyarakat sekitar,†kata bupati.
Sekadar diketahui, Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Trembul Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora Jawa Tengah, segera dilakukan eksplorasi. Operasi tersebut, menurut rencana bakal dilaksanakan pada pertengahan tahun 2017 ini, oleh KSO Pertamia EP, PT Sarana GSS Trembul. (ams)