SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur kini telah bersiap membidik peluang kerja pada Kilang Tuban saat produksi tahun 2021. Informasi dari Pertamina masa itu hanya membutuhkan 1.600-2.000 Tenaga Kerja (Naker) yang berkompeten, mengoperasikan kilang berkapasitas 300-400 ribu Barrel Per Hari (Bph).
“Peluang kerja saat produksi inilah yang kini menjadi strategi Pemda,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di komplek Pendapa Krida Manunggal Tuban, Senin (30/1/2017).
Pasca sosialisasi Amdal Kilang pada awal Januari 2017 lalu, Budi terus menjalin komunikasi baik dengan Pertamina. Kedua belah pihak telah menemukan titik sepakat yakni, mengutamakan tenaga lokal baik yang berpengalaman di bidang sipil, security, maupun mesin.
Meski jumlah tenaga lokal ring 1 banyak yang belum kompeten, Pemda tidak akan membiarkannya. Sesuai komitmen awal, Pertamina-Rosneft siap memberikan pelatihan kepada warga sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Hal ini tak jauh dari harapan Bupati Fathul Huda, supaya tenaga lokal tidak menjadi tamu di rumah sendiri.
“Misalnya jika investor melalui subkontraktornya butuh 100 orang, minimal 60 persennya warga Tuban,†jelasnya.
Lebih dari itu, investor juga telah sepakat memberikan beasiswa bagi pelajar SMA/SMK yang berprestasi. Hal ini diharapkan dalam 3-4 tahun kedepan, SDM lokal Tuban sudah siap menyongsong masa produksi.
Bagi sekolah terdekat, Pemda juga memproyeksikan adanya mata pelajaran tambahan yang berhubungan dengan perminyakan. Planing ini akan diterapkan untuk meminimalisir penolakan investor, terhadap warga lokal karena dinilai kurang kompeten.
“Kami akan siapkan kurikulum sesuai kebutuhkan kilang supaya ada sinergitas,†imbuhnya.
Apabila setelah pelatihan belum lolos seleksi kilang, minimal pengalamannya menjadi bekal untuk bekerja di proyek lain. Hal ini penting supaya pekerja lokal siap bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di era globalisasi saat ini. (Aim)