Jalur Lapangan Migas Nglobo Ditanami Pisang

Jalan nglobo ditanami pisang

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Ancaman warga Desa Nglobo memblokir jalan dengan menanami pisang tak cuman gertak sambal. Malam ini sepanjang jalan mulai Desa Cabak hingga Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditanami pisang oleh warga setempat. Pasalnya, kerusakan parah dijalur menuju lokasi lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Nglobo tersebut tidak kunjung mendapat perhatian.

Seperti diketahui, kerusakan jalan tersebut sudah cukup lama terjadi. Hingga menyulitkan warga untuk melakukan aktivitas.

Belasan pemuda desa setempat melakukan penanaman pohon pisang, dan ranting kayu di beberapa titik jalan berlubang yang dianggap parah.

“Ada tiga lokasi, yaitu dekat Desa Cabak, dekat Bak Banyu (Bak air) dan perempatan dekat KSO,” kata Kepala Desa Nglobo, Sujatmiko, kepada suarabanyuurip.com melalui pesan singkat, Senin (30/1/2017) malam.

Menurutnya, aksi warga tersebut dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB. “Saya sendiri tidak tahu. Saya mendapat laporan dari petugas keamanan, dan juga belum melihat ke lokasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, aksi warga itu sah saja dilakukan selama tidak anarkis. Karena sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang belum juga duperhatikan.

Baca Juga :   KKKS Tak Terlibat Pembebasan Lahan

“Masalah demo itu biasa, karena itu bentuk demokrasi dan mengingatkan pihak-pihak lain agar memperhatikan jalan Cabak-Nglobo,” ujarnya.

Terdapat dua perusahaan Migas yang memiliki pangan operasi di wilayah tersebut. Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina, PT Geo Cepu Indonesia (GCI) yang saat ini telah beroperasi, serta Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (ADK) tidak lama lagi melakukan aktivitas eksplorasi di lapangan Migas yang melalui Desa Nglobo.

Diberitakan sebelumnya, sepanjang jalan masuk dari Desa Cabak hingga sepanjang Jalan Desa Nglobo mengalami kerusakan parah.

Menurut Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nglobo, Agung Pudjo, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi cukup lama. Banyak lubang besar dipenuhi dengan kubangan air serta lumpur. Padahal menjadi jalan utama menuju lapangan operasi Migas.

“Harusnya dari PT GCI dengan PEPC ADK bisa bekerja sama melakukan perbaikan. Paling tidak melakukan perawatan jalan,” ujar Pudjo.

Dia mengatakan, Pemuda Desa Nglobo mengancam akan melakukan pemblokiran jalan. “Jika tidak segera diperbaiki, pemuda akan melakukan aksi tanam pohon. Bahkan pemuda mengancam akan melakukan pemblokiran jalan,” jelasnya.

Baca Juga :   Tambahan Flare Gas Banyuurip Urusan Teknis EMCL

Pihaknya berharap, dari operator Migas bisa memberikan perhatian pada desa setempat. Minimal melakukan perawatan jalan, supaya akses aktivitas masyarakat tidak terganggu.(Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *