SKK Migas Terapkan Efisiensi Anggaran KKKS

Lokakarya kunjungan emcl

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mempertanyakan besaran cost recovery yang dikeluarkan oleh operator Minyak dan Gas Bumi (Migas). Karena selama ini adanya cost recovery dinilai malah membebani pemerintah daerah.

“Kami kira, cost recovery sudah dikurangi dari awal produksi. Tapi ternyata itu tidak terjadi, karena di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 terjadi pengurangan secara signifikan,” ujar Sekretaris Komisi B, Lasuri, saat mengikuti lokakarya dan kunjungan lapangan pengelolaan industri hulu minyak dan gas bumi di Indonesia oleh operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Hotel Aston, Selasa (31/1/2017).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perpajakan dan Pungutan SKK Migas, Rudi Pudyantoro, menyampaikan, pada saat masuk fase produksi atau fase development, kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) paling banyak menggunakan biaya.

“Biaya tersebut untuk membangun infrastruktur, central processing facilitiy (CPF), dan sebagainya,” ujarnya.

Untuk melakukan semua pekerjaan tersebut, sesuai perjanjian didalam Production Sharing Contract (PSC) biaya yang dikeluarkan melalui kontraktor. Pemerintah baru akan mengganti ketika sudah produksi.

Baca Juga :   IKPT Diminta Koordinasi dengan Desa

Setelah produksi, lanjut Rinto sapaan akrab Rudi Pudyantoro, kemudian memasuki fase operasional treatmen maintenance. Pada fase ini semua biaya juga ditanggung oleh kontraktor. Sehingga, cost recovery ini adalah mengembalikan semua biaya yang telah dikeluarkan.

“Ketika cash flow itu keluar, tentu dikembalikan,” imbuhnya menjelaskan.

“Kalau dibilang membebani, dalam konteks bisnis itulah biaya bisnis operasional kita,” katanya.

Oleh karena itu, tahun ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menerapkan efisiensi anggaran kepada KKKS yang melakukan eksplorasi maupun eksploitasi. Dengan sistem efisiensi inilah, laba yang diperoleh akan semakin besar. bagi hasil migasnya juga lebih besar.

“Sekarang ini, tetap pengeboran sumur dilakukan, eksplorasi dilakukan tapi tolong yang efisien,” tegasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *