Dari Pertamina Lunas, ke Vendor Nunggak

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Akar persoalan mogoknya pekerja Geo Cepu Indonesia (GCI), Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina di Lapangan Minyak Sumur Tua, terungkap. Para buruh belum digaji karena tagihan (invoice) yang diajukan para vendor belum dibayar GCI.

Sedangkan Pertamina telah membayarkan invoice secara rutin kepada GCI atas pengiriman minyak dari sumur tua.

Salah satu pimpinan vendor dari PT Tirta Dinamika penyedia tenaga kerja keamananan (scurity), Dian menyatakan, jika para buruh sebenarnya sudah mengetahui dan memahami kondisi yang terjadi saat ini.

“Jika kami belum dibayar, maka kami juga belum bisa membayar para pekerja,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (4/2/2017) kemarin.

Menurutnya, tagihan untuk bulan Januari sampai saat ini juga belum dibayar GCI. “Kalau tidak salah, ada tiga vendor yang belum dibayar invoicenya. PT Tirta, PT Caraka, serta PT NBW. Itu yang saya tahu,” ucapnya.

Pihak GCI, menurut Dian, pernah menyampaikan janjinya untuk menyelesaiakan masalah ini.  Namun semua disampaikan tidak secara tertulis.

Baca Juga :   459 Naker EMCL Didominasi Pekerja Non Lokal

“Hanya melalui SMS,” ujarnya.

Terakhir kali GCI memberikan kabar melalu short massage services (SMS) jika belum bisa membayar invoice lantaran belum ada dana yang masuk.

“Dana dari mana kami juga tidak tahu. Padahal kabarnya dari Pertamina sudah diberikan,” pungkas Dian.

Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com, tagihan dari beberapa vendor kepada GCI yang belum terbayar jumlahnya mencapai puluhan milyar.

Sementara Humas GCI, Sugiharto menyatakan, jika yang mogok kerja bukan karyawan GCI, tapi dari Tenaga Kerja Jasa Penunjang (TKJP).

“Untuk urusan gaji itu urusan vendor,” sambungnya.

Sugiharto memastikan jika gaji para buruh akan diterima pada Senin pekan depan.Dia juga menegaskan, terlepas dari permasalahan ini seharusnya vendor membayarkan gaji pekerjanya.

“Karena sudah melakukan kontrak dengan GCI. Apapun risikonya harus siap. Termasuk jika invoice belum terbayarkan,” tandas Sugiharo.

Field Manager Pertamina EP Asset 4 field Cepu, Agus Amperianto menyatakan, jika semua invoce GCI yang diajukan kepada Pertamina selalu dibayar.

“Sejauh ini diselesaikan. invoice available crude to lift dari Pertamina ke GCI sesuai jumlah yang harus diselesaiakan,” sambung Agus.(ams)

Baca Juga :   Cegah Covid-19, SKK Migas - KKKS Terapkan Kebijakan Bekerja dari Rumah

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *