SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sejumlah dampak lingkungan akibat kegiatan eksploitasi minyak Banyuurip, Blok Cepu, di wilayah Gayam, yang pernah memunculkan gejolak sosial masyarakat menjadi catatan penting Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka mengingatkan kepada ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) agar memperhatikan dampak tersebut jika produksi dari 185.000 barel per hari (bph) ditingkatkan menjadi 200.000 barel perhari.
“Kalau produksi meningkat, otomatis volume gas yang dibakar melaui  flare juga meningkat,”ujar Kepala SDA Bojonegoro, Dharmawan melalui stafnya Dadang Aris, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (4/2/2017) kemarin.
Pihaknya berharap dalam peningkatan produksi nanti jangan sampai menimbulkan gejolak di masyarakat. Karena itu pada revisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang baru harus disertakan upaya antisipasi gejolak sosial tersebut.
“Dampak seperti bau, cahaya, bising, sudah pasti ada,”imbuhnya.
Dadang mengaku, Badan SDA telah menerima surat permintaan persetujuan dari EMCL untuk peningkatan produksi dari 185.000 bph menjadi 200.000 bph.
“Suratnya sudah dijawab Bupati Suyoto, intinya setuju dan mendukung penuh,”tandasnya.
Untuk diketahui, EMCL saat ini mulai melakukan uji coba peningkatan produksi hingga 200.000 bph untuk mengetahui kemampuan fasilitas yang ada agar dapat mencapai target produksi yang ditetapkan pemerintah tahun ini.
Sementara itu, juru bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya berusaha dikonfirmasi mengenai hal ini.(rien)