SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Salah satu vendor Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina, PT Geo Cepu Indonesia (GCI), PT Tirta Dinamika, menegaskan, bahwa vendor juga memiliki kemampuan terbatas atas dana untuk melakukan operasional perusahaan termasuk dalam pengupahan tenaga kerja. Terlebih, invoice (tagihan) yang diajukan ke GCI juga belum terbayarkan.
“Kami ini vendor bukan investor, jadi memiliki kemampuan dana terbatas,” kata Dian, pimpinan PT Tirta Dinamika penyedia tenaga kerja keamanan (security) pada GCI, yang juga merupakan juru bicara para Vendor, kepada suarabanyuurip.com.
Meskipun dari pihak Pertamina tidak mengalami kendala dalam membayarkan invoice ke GCI atas minyak yang dikirim kepada Pertamina. Namun keterlambatan pembayaran GCI ke Vendor sering terjadi. Sehingga, mengakibatkan terlambatnya pembayaran upah kepada para pekerja. “Jika kami belum dibayar, maka kami juga belum bisa membayar,” katanya.
Menurutnya, tagihan untuk bulan Januari yang diajukan ke GCI sampai saat ini juga belum keluar. “Kalau tidak salah, ada tiga Vendor yang belum terbayarkan Invoicenya. Yakni PT Tirta, PT Caraka, serta PT NBW. Itu yang saya tahu,” katanya.
Dian menjelaskan, jika GCI juga pernah menyampaikan komitmen, sering berjanji untuk menyelesaikannya. Tapi semua itu selalu meleset.
Humas GCI Sugiharto, saat dikonfirmasi terkait kelancaran pembayaran kepada Vendor, pihaknya enggan menjawab. Pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp, dan telah dibaca tidak dibalas.
Terpiasah Field Manager Pertamina EP Asset 4 field Cepu, Agus Amperianto menyatakan, jika invoce GCI kepada Pertamina selelu terselesaiakan. “Sejauh ini, diselesaikan invoice available crude to lift dari Pertamina ke GCI sesuai jumlah yang harus diselesaiakan,” ujarnya.
Untuk diketahui, sampai saat ini Minggu (5/2/2017) buruh masih enggan bekerja melanjutkan aksi spontanitas yang dimulai pada Jum’at (3/2/2017), sebagai siap menuntut hak. (ams)