SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban– Memasuki bulan kedua tahun 2017, Pemerintah Desa (Pemdes) Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengaku belum mengetahui total nilai tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility /CSR) yang bakal diterimanya dari operator Migas Lapangan Mudi, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Â
Akibatnya pemdes setempat kesulitan menyusun program pemberdayaan masyarakat. Karena penerimaan CSR tersebut akan disesuaikan dengan rencana APBDes untuk bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
“Belum tau berapa jumlah CSR tahun ini,” ujar Kepala Desa Rahayu, Sukisno, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Senin (6/2/2017).
Pria ramah ini mengungkapkan selama dua tahun terakhir jumlah CSR yang diterimanya berkurang. Catatannya, CSR tahun 2015 sebesar Rp 540 juta, dan di tahun 2016 turun menjadi Rp 421 juta lebih.
Sedangkan untuk tahun ini diprediksi menerima CSR lebih sedikit yakni di kisaran Rp 400 juta. Karena jumlah produksi Migas dari Lapangan Mudi, maupun Sukowati Bojonegoro turun.
“Kami harapkan segera ada kepastian jumlah CSR dari operator,” imbuhnya.
Sementara, Field Admin Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Akbar Pradima, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, sejak hari Minggu (5/2/2017) kemarin, belum juga memberikan balasan. (aim)