SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, sabuk hijau di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) hingga kini belum konsisten memenuhi 20 persen dari luas wilayah operasi minyak dan gas bumi (Migas).
“Yang kita lihat, EMCL belum konsisten 20 persen,” ujar Kepala DLH, Nurul Azizah, sata ditemui di kantornya, Senin (6/2/2017) kemarin.
Meskipun DLH sudah mengetahui EMCL menggandeng mitra LSM yakni Tropis Indonesia untuk penghijauan, namun dirasa masih kurang. Karena, kondisi di sekitar lokasi Lapangan Banyuurip masih belum rindang.Â
“Apalagi di bawah Fly Over di Desa Sudu, Kecamatan Gayam. Disana tidak ada pepohonan sama sekali. Hal ini nampak terjadi kesenjangan antara bangunan dengan rumah warga di sekitar,” imbuhnya.Â
Nurul menyatakan, sesuai undang-undang No 26 Tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH) bisa berbentuk taman, pembuatan waduk, penanaman pohon dipinggir jalan, hingga tempat-tempat pembiakan bibit tanaman.Â
“Kalau yang sudah dilakukan EMCL sekarang dengan Tropis Indonesia, sesuai laporan yang diterima masih dalam proses,” pungkasnya.Â
Sementara itu, juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, belum memberikan konfirmasinya mengenai hal tersebut.(rien)